Kirimkan Hak Jawab, Ini Penjelasan Kepala SPPG Medan Tembung 3
MEDAN Setelah delapan hari terakhir viral, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Tembung 3, akhirnya mengirimkan Surat Hak Jawab
HUKUM DAN KRIMINAL
TEHERAN -Ketegangan antara Iran dan Israel terus memanas. Dalam dua hari terakhir, pengadilan Iran mengeksekusi dua pria yang dihukum karena bekerja untuk badan intelijen Israel, Mossad.
Eksekusi ini terjadi di tengah rangkaian konflik militer dan spionase antara kedua negara.
Pada Senin (23/6), otoritas Iran menggantung Mohammad-Amin Mahdavi Shayesteh, yang dinyatakan bersalah atas kerja sama intelijen dengan Israel. Pengadilan menyatakan bahwa Shayesteh telah memberikan informasi penting terkait fasilitas strategis Iran.
"Eksekusi dilakukan pagi ini," tulis pernyataan resmi pengadilan Iran, seperti dilansir AFP.
Sehari sebelumnya, pada Minggu (22/6), Iran juga mengeksekusi Majid Mosayebi, pria yang dinyatakan bersalah karena berusaha menyampaikan informasi sensitif kepada Mossad. Eksekusi dilakukan setelah Mahkamah Agung Iran mengonfirmasi vonis hukuman mati atas dirinya.
Langkah eksekusi ini disebut sebagai bagian dari pengetatan operasi keamanan nasional, menyusul serangan udara Israel terhadap beberapa fasilitas militer dan nuklir Iran sejak 13 Juni 2025. Sebagai respons, Iran juga meluncurkan serangan rudal jarak jauh yang menghantam beberapa target di Israel, termasuk Tel Aviv.
Penangkapan Baru dan Pengadilan Khusus
Dalam perkembangan terbaru, tiga orang lainnya ditangkap pada Minggu (22/6) di Provinsi Kermanshah, Iran, atas dugaan keterlibatan dalam aktivitas spionase yang berkaitan dengan Israel. Salah satu dari mereka disebut sebagai warga negara Eropa, meski identitas lengkapnya belum diungkapkan.
"Penangkapan berhasil dilakukan berkat respons cepat warga dan kerja sama dengan aparat intelijen dan kepolisian," ujar Juru Bicara Pengadilan Iran, Asghar Jahangir.
Jahangir juga menyatakan bahwa sistem peradilan Iran akan membentuk "pengadilan luar biasa" yang secara khusus menangani kasus-kasus spionase yang melibatkan Israel. Lembaga ini akan beroperasi di tingkat kejaksaan dan pengadilan provinsi, demi mempercepat proses hukum terhadap tersangka mata-mata.
Ketegangan antara Teheran dan Tel Aviv kini memasuki fase baru yang lebih berbahaya, dengan konflik terbuka, serangan balasan, serta penindakan keras terhadap dugaan mata-mata di dalam negeri.*
(kp/j006)
MEDAN Setelah delapan hari terakhir viral, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Tembung 3, akhirnya mengirimkan Surat Hak Jawab
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tim PSSI dikabarkan tengah memproses naturalisasi Demiane Agustien, pemain muda yang saat ini terdaftar di Arsenal U21. Pemain
OLAHRAGA
JAKARTA Kredit Usaha Rakyat (KUR) BCA 2026 dapat menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMK
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat Badan Nasional Penanggulangan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggu
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Aksi demonstrasi mahasiswa yang mengatasnamakan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Binjai di Kantor Wa
PERISTIWA
JAKARTA Pemerintah berencana membagikan ponsel gratis yang dilengkapi rekening digital untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat di lingkungan Badan Nasion
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Tamsil Linrung menerima audiensi Denny Indrayana, Refly Harun, dan sejumlah perwaki
POLITIK
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menggelar ekspose atau gelar perkara terkait operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan
HUKUM DAN KRIMINAL