Landasan Hukum Media Siber: Kenapa Wartawan Wajib Paham PPMS?
OlehMahmud MarhabaPERKEMBANGAN media siber yang begitu cepat menuntut wartawan dan pengelola media tidak hanya piawai menyajikan informasi
OPINI
TEHERAN -Ketegangan antara Iran dan Israel terus memanas. Dalam dua hari terakhir, pengadilan Iran mengeksekusi dua pria yang dihukum karena bekerja untuk badan intelijen Israel, Mossad.
Eksekusi ini terjadi di tengah rangkaian konflik militer dan spionase antara kedua negara.
Pada Senin (23/6), otoritas Iran menggantung Mohammad-Amin Mahdavi Shayesteh, yang dinyatakan bersalah atas kerja sama intelijen dengan Israel. Pengadilan menyatakan bahwa Shayesteh telah memberikan informasi penting terkait fasilitas strategis Iran.
"Eksekusi dilakukan pagi ini," tulis pernyataan resmi pengadilan Iran, seperti dilansir AFP.
Sehari sebelumnya, pada Minggu (22/6), Iran juga mengeksekusi Majid Mosayebi, pria yang dinyatakan bersalah karena berusaha menyampaikan informasi sensitif kepada Mossad. Eksekusi dilakukan setelah Mahkamah Agung Iran mengonfirmasi vonis hukuman mati atas dirinya.
Langkah eksekusi ini disebut sebagai bagian dari pengetatan operasi keamanan nasional, menyusul serangan udara Israel terhadap beberapa fasilitas militer dan nuklir Iran sejak 13 Juni 2025. Sebagai respons, Iran juga meluncurkan serangan rudal jarak jauh yang menghantam beberapa target di Israel, termasuk Tel Aviv.
Penangkapan Baru dan Pengadilan Khusus
Dalam perkembangan terbaru, tiga orang lainnya ditangkap pada Minggu (22/6) di Provinsi Kermanshah, Iran, atas dugaan keterlibatan dalam aktivitas spionase yang berkaitan dengan Israel. Salah satu dari mereka disebut sebagai warga negara Eropa, meski identitas lengkapnya belum diungkapkan.
"Penangkapan berhasil dilakukan berkat respons cepat warga dan kerja sama dengan aparat intelijen dan kepolisian," ujar Juru Bicara Pengadilan Iran, Asghar Jahangir.
Jahangir juga menyatakan bahwa sistem peradilan Iran akan membentuk "pengadilan luar biasa" yang secara khusus menangani kasus-kasus spionase yang melibatkan Israel. Lembaga ini akan beroperasi di tingkat kejaksaan dan pengadilan provinsi, demi mempercepat proses hukum terhadap tersangka mata-mata.
Ketegangan antara Teheran dan Tel Aviv kini memasuki fase baru yang lebih berbahaya, dengan konflik terbuka, serangan balasan, serta penindakan keras terhadap dugaan mata-mata di dalam negeri.*
(kp/j006)
OlehMahmud MarhabaPERKEMBANGAN media siber yang begitu cepat menuntut wartawan dan pengelola media tidak hanya piawai menyajikan informasi
OPINI
JAKARTA Polda Metro Jaya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk mengetahui penyebab pasti kematian Sutrimo. Hingga
HUKUM DAN KRIMINAL
SAMOSIR Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara mencatat satu kejadian kebakaran hutan dan lahan atau karhut
PERISTIWA
MEDAN Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial FCB, 22 tahun, karena
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan sekaligus melakukan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PL
EKONOMI
JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan lahan hingga 500 hektare untuk pengembangan kopi arabika di Kabupaten Puncak, P
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan sebanyak 21.400 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) telah
EKONOMI
SURABAYA Pengemudi Mitsubishi Outlander yang terlibat dua kecelakaan hingga menewaskan seorang pekerja di Surabaya mengaku tidak sadar s
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan surat edaran yang berisi rekomendasi perbaikan proses penerimaan mahasiswa baru jal
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah menyiapkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) secara be
EKONOMI