Malam Ke-4 Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar Ajak Umat Muslim Berhias dengan Akhlak Mulia
MEDAN Pada malam ke4 bulan suci Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar memberikan tausyiah singkat kepada jamaah Mesjid Isti&039adah di J
AGAMA
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menggemparkan publik dengan klaim terbaru mengenai Coca-Cola. Dalam unggahan di platform Truth Social pada Rabu (16/7), Trump menyatakan telah berdiskusi dengan Coca-Cola untuk mengembalikan penggunaan gula tebu asli dalam produk mereka di Amerika Serikat. Trump mengklaim perusahaan minuman legendaris itu telah menyetujui inisiatif tersebut.
"Saya telah berbicara dengan Coca-Cola tentang penggunaan Gula Tebu ASLI dalam Coca-Cola di Amerika Serikat, dan mereka telah setuju untuk melakukannya. Ini akan menjadi langkah yang sangat baik dari mereka — Anda akan lihat. Rasanya jauh lebih baik!" tulis Trump.
Namun, pernyataan ini mengundang reaksi beragam, terutama karena Trump dikenal sebagai penggemar Diet Coke yang menggunakan pemanis alternatif aspartam.
Respons Coca-Cola dan Kritik Industri
Coca-Cola Company memberikan respons diplomatis, menyatakan, "Kami menghargai antusiasme Presiden Trump terhadap merek Coca-Cola kami yang ikonis. Detail lebih lanjut tentang inovasi produk kami akan segera diumumkan."
CEO Coca-Cola, James Quincey, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mengurangi kandungan gula dalam produk mereka. Saat ini, di AS Coca-Cola menggunakan sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS), berbeda dengan beberapa negara lain yang memakai gula tebu.
Sementara itu, John Bode dari Corn Refiners Association mengkritik langkah ini, menyebutnya tidak masuk akal dan berpotensi menghilangkan ribuan pekerjaan manufaktur di AS serta menekan pendapatan petani lokal.
Dampak Ekonomi dan Kesehatan
Peralihan dari HFCS ke gula tebu menimbulkan perdebatan ekonomi dan kesehatan. Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. mendukung kebijakan ini sebagai bagian dari inisiatif "Make America Healthy Again". Namun, para ahli mengingatkan bahwa secara kalori, gula tebu dan HFCS memiliki efek serupa dan konsumsi berlebihan dari keduanya dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes.
Selain Kontroversi, Trump Luncurkan Parfum Victory 45-47
Di tengah sorotan ini, Trump juga baru meluncurkan parfum dan cologne Victory 45-47, dengan harga premium sekitar USD249. Produk ini diklaim mencerminkan kemenangan dan kekuatan, tersedia dalam varian pria dan wanita. Peluncuran parfum ini menimbulkan kontroversi tersendiri karena bertepatan dengan pengesahan RUU kontroversial di AS.
MEDAN Pada malam ke4 bulan suci Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar memberikan tausyiah singkat kepada jamaah Mesjid Isti&039adah di J
AGAMA
MEDAN Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh anggota Polri menjalani tes urine menyusul kasus eks Kapolres Bima AKB
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Bupati Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo meresmikan kantor baru Dinas Pemadam Kebak
PEMERINTAHAN
ACEH TIMUR Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur menyalurkan bantuan logistik dari Kapolri kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi teratas dalam survei popularitas menteri Kabinet Merah Putih versi Indeks
NASIONAL
JAKARTA Hasil survei nasional terbaru Indekstat menempatkan sektor ekonomi sebagai isu paling mendesak yang harus segera diselesaikan ol
EKONOMI
JAKARTA Survei terbaru Indekstat mengungkap bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program pemerintahan PrabowoGibran yang pa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Survei terbaru lembaga Indekstat mengungkap ketidakpastian publik terhadap potensi kembalinya peran TNI dan Polri dalam politik
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Survei terbaru yang dirilis lembaga Indekstat menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat keyakinan publik terhadap masa dep
NASIONAL
ACEH TENGAH Lubang tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh, terus meluas hingga mencapai luas sekitar 27.000 meter persegi.
PERISTIWA