BREAKING NEWS
Minggu, 22 Februari 2026

Ini Jawaban Coca-Cola atas Klaim Trump Soal Penggunaan Gula Tebu di AS

- Jumat, 18 Juli 2025 19:31 WIB
Ini Jawaban Coca-Cola atas Klaim Trump Soal Penggunaan Gula Tebu di AS
ilustrasi coca cola (foto : AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menggemparkan publik dengan klaim terbaru mengenai Coca-Cola. Dalam unggahan di platform Truth Social pada Rabu (16/7), Trump menyatakan telah berdiskusi dengan Coca-Cola untuk mengembalikan penggunaan gula tebu asli dalam produk mereka di Amerika Serikat. Trump mengklaim perusahaan minuman legendaris itu telah menyetujui inisiatif tersebut.

"Saya telah berbicara dengan Coca-Cola tentang penggunaan Gula Tebu ASLI dalam Coca-Cola di Amerika Serikat, dan mereka telah setuju untuk melakukannya. Ini akan menjadi langkah yang sangat baik dari mereka — Anda akan lihat. Rasanya jauh lebih baik!" tulis Trump.

Namun, pernyataan ini mengundang reaksi beragam, terutama karena Trump dikenal sebagai penggemar Diet Coke yang menggunakan pemanis alternatif aspartam.

Respons Coca-Cola dan Kritik Industri

Coca-Cola Company memberikan respons diplomatis, menyatakan, "Kami menghargai antusiasme Presiden Trump terhadap merek Coca-Cola kami yang ikonis. Detail lebih lanjut tentang inovasi produk kami akan segera diumumkan."

CEO Coca-Cola, James Quincey, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mengurangi kandungan gula dalam produk mereka. Saat ini, di AS Coca-Cola menggunakan sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS), berbeda dengan beberapa negara lain yang memakai gula tebu.

Sementara itu, John Bode dari Corn Refiners Association mengkritik langkah ini, menyebutnya tidak masuk akal dan berpotensi menghilangkan ribuan pekerjaan manufaktur di AS serta menekan pendapatan petani lokal.

Dampak Ekonomi dan Kesehatan

Peralihan dari HFCS ke gula tebu menimbulkan perdebatan ekonomi dan kesehatan. Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. mendukung kebijakan ini sebagai bagian dari inisiatif "Make America Healthy Again". Namun, para ahli mengingatkan bahwa secara kalori, gula tebu dan HFCS memiliki efek serupa dan konsumsi berlebihan dari keduanya dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes.

Selain Kontroversi, Trump Luncurkan Parfum Victory 45-47

Di tengah sorotan ini, Trump juga baru meluncurkan parfum dan cologne Victory 45-47, dengan harga premium sekitar USD249. Produk ini diklaim mencerminkan kemenangan dan kekuatan, tersedia dalam varian pria dan wanita. Peluncuran parfum ini menimbulkan kontroversi tersendiri karena bertepatan dengan pengesahan RUU kontroversial di AS.

Publik kini menantikan apakah klaim Trump soal gula tebu di Coca-Cola akan berbuah nyata dan dampaknya bagi industri minuman, ekonomi lokal, serta kesehatan masyarakat. Seiring itu, langkah Trump dengan parfum barunya juga menambah warna tersendiri dalam sorotan publik terhadap mantan presiden AS ini.*

(lp/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru