BREAKING NEWS
Kamis, 16 April 2026

Bentrokan Bersenjata Meletus Lagi di Perbatasan Thailand-Kamboja, Hubungan Diplomatik Memburuk

- Kamis, 24 Juli 2025 13:33 WIB
Bentrokan Bersenjata Meletus Lagi di Perbatasan Thailand-Kamboja, Hubungan Diplomatik Memburuk
Tentara Kamboja memantau evakuasi warga di sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand setelah pasukan Kamboja dan Thailand saling tembak dalam bentrokan baru di Provinsi Preah Vihear pada Kamis (24/7/2025) (f:kompas)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PNHOM PENH - Ketegangan antara Thailand dan Kamboja kembali pecah dalam bentrokan bersenjata yang terjadi di perbatasan kedua negara, tepatnya di sekitar wilayah sengketa yang dikenal sebagai Segitiga Zamrud, Kamis (24/7). Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah kedua negara saling menurunkan hubungan diplomatik.

Dalam laporan terbaru yang dikutip dari AFP, Kementerian Pertahanan Kamboja dan militer Thailand saling menuduh pihak lawan sebagai pemicu tembakan pertama. Kedua negara mengklaim bentrokan sebagai tindakan pembelaan terhadap kedaulatan masing-masing.

"Militer Thailand telah melanggar integritas teritorial Kerajaan Kamboja dengan serangan bersenjata," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata.

Menurut versi Thailand, insiden bermula ketika enam tentara Kamboja mendekati pagar kawat berduri dekat Kuil Ta Muen sambil membawa senjata, termasuk peluncur granat. Setelah upaya peringatan gagal, tembakan dilepaskan sekitar pukul 08.20 pagi waktu setempat, menyasar pangkalan militer Thailand yang berjarak sekitar 200 meter.

Dari Perbatasan ke Diplomasi: Ketegangan Meningkat

Bentrok bersenjata ini terjadi setelah Thailand mengusir Duta Besar Kamboja dan menarik pulang diplomatnya dari Phnom Penh. Langkah ini diambil setelah lima tentara Thailand terluka akibat ledakan ranjau darat di perbatasan, yang menurut penyelidikan militer Thailand dipasang oleh Kamboja—klaim yang dibantah keras oleh Phnom Penh.

Sebagai balasan, pemerintah Kamboja juga mengumumkan penurunan hubungan diplomatik ke level terendah, menarik seluruh diplomatnya kecuali satu orang, serta mengusir semua diplomat Thailand dari ibu kota.

Reaksi Pemimpin

Pelaksana Tugas Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, menyatakan bahwa konflik ini membutuhkan penanganan hati-hati.

"Kita harus bertindak sesuai hukum internasional. Namun, kami akan tetap melindungi kedaulatan negara," tegasnya.

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru