Tergiur Upah Rp 20 Juta, Remaja di Medan Nekat Jadi Kurir Ribuan Pil Ekstasi Asal Malaysia
MEDAN Roby Ferdinanta (20) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan setelah didakwa menjadi kurir 4.816 butir pil ekstasi dan r
HUKUM DAN KRIMINAL
PNHOM PENH - Ketegangan antara Thailand dan Kamboja kembali pecah dalam bentrokan bersenjata yang terjadi di perbatasan kedua negara, tepatnya di sekitar wilayah sengketa yang dikenal sebagai Segitiga Zamrud, Kamis (24/7). Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah kedua negara saling menurunkan hubungan diplomatik.
Dalam laporan terbaru yang dikutip dari AFP, Kementerian Pertahanan Kamboja dan militer Thailand saling menuduh pihak lawan sebagai pemicu tembakan pertama. Kedua negara mengklaim bentrokan sebagai tindakan pembelaan terhadap kedaulatan masing-masing.
"Militer Thailand telah melanggar integritas teritorial Kerajaan Kamboja dengan serangan bersenjata," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata.
Menurut versi Thailand, insiden bermula ketika enam tentara Kamboja mendekati pagar kawat berduri dekat Kuil Ta Muen sambil membawa senjata, termasuk peluncur granat. Setelah upaya peringatan gagal, tembakan dilepaskan sekitar pukul 08.20 pagi waktu setempat, menyasar pangkalan militer Thailand yang berjarak sekitar 200 meter.
Dari Perbatasan ke Diplomasi: Ketegangan Meningkat
Bentrok bersenjata ini terjadi setelah Thailand mengusir Duta Besar Kamboja dan menarik pulang diplomatnya dari Phnom Penh. Langkah ini diambil setelah lima tentara Thailand terluka akibat ledakan ranjau darat di perbatasan, yang menurut penyelidikan militer Thailand dipasang oleh Kamboja—klaim yang dibantah keras oleh Phnom Penh.
Sebagai balasan, pemerintah Kamboja juga mengumumkan penurunan hubungan diplomatik ke level terendah, menarik seluruh diplomatnya kecuali satu orang, serta mengusir semua diplomat Thailand dari ibu kota.
Reaksi Pemimpin
Pelaksana Tugas Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, menyatakan bahwa konflik ini membutuhkan penanganan hati-hati.
"Kita harus bertindak sesuai hukum internasional. Namun, kami akan tetap melindungi kedaulatan negara," tegasnya.
Perselisihan wilayah ini telah berlangsung selama puluhan tahun, dengan titik konflik berkisar di sekitar sejumlah kuil kuno yang diperebutkan oleh kedua negara. Ketegangan terakhir tercatat pada Mei lalu, ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam bentrok serupa.
Belum Ada Tanda Damai
Hingga kini, belum ada langkah mediasi internasional maupun kesepakatan gencatan senjata. Situasi semakin memburuk dengan intensifikasi militer dan eskalasi diplomatik yang mengkhawatirkan stabilitas kawasan.*
(d/j006)
MEDAN Roby Ferdinanta (20) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan setelah didakwa menjadi kurir 4.816 butir pil ekstasi dan r
HUKUM DAN KRIMINAL
PATI Sebanyak 230 siswa di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah diduga mengalami kerac
KESEHATAN
MEDAN Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menjadi garda terdepan dalam memperkuat
PEMERINTAHAN
BANTEN Lima jurnalis hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda. Ikatan Media Online (IMO) Indo
NASIONAL
MEDAN Kafilah Kota Medan kembali meraih Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) ke40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) 202
PEMERINTAHAN
MEDAN Penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Menteri IndonesiaMalaysiaThailand Growth Triangle (IMTGT) ke32 di Kota Medan mendapat apresias
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyiapkan anggaran Rp67,5 miliar untuk membantu pembangunan dan renovasi 250 rum
PEMERINTAHAN
MEDAN Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi inisiatif Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengusulkan empat skema kerja sama untuk menyatukan potensi ekonomi 10
EKONOMI
MEDAN Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi inisiatif Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution
PEMERINTAHAN