Pasukan Pakar Turun Gunung: Kubu Febrie Adriansyah All Out Bongkar Celah Hukum Penggeledahan dan TPPU
JAKARTA Tim kuasa hukum mantan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menghadirkan empat ahli dalam sidang praperadilan di Pengadilan
NASIONAL
AS - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa pemerintahan AS akan memberlakukan tarif impor sebesar 25% terhadap produk-produk asal India mulai 1 Agustus 2025. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Trump melalui akun resmi di platform Truth Social, Rabu (30/7).
Trump menyebut kebijakan ini sebagai langkah korektif terhadap apa yang ia anggap sebagai ketidakseimbangan perdagangan yang merugikan Amerika Serikat, sekaligus sebagai bentuk ketidakpuasan atas kedekatan India dengan Rusia.
"India adalah mitra, tetapi selama bertahun-tahun kami hanya melakukan sedikit perdagangan dengan mereka karena tarif mereka terlalu tinggi, bahkan termasuk yang tertinggi di dunia," tulis Trump.
Selain menyoroti hambatan nontarif yang diterapkan oleh India, Trump juga menuding India terus menjadi salah satu pembeli utama peralatan militer dan energi dari Rusia, di tengah tekanan global terhadap Moskow untuk menghentikan invasinya ke Ukraina.
"Mereka adalah salah satu pembeli terbesar Rusia, bersama Tiongkok, di saat dunia mendesak agar Rusia menghentikan perang di Ukraina. Ini tidak bisa diterima," tegas Trump.
Dalam pernyataannya, Trump memberikan ultimatum 10 hari kepada Rusia untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata, atau akan dikenakan sanksi sekunder yang lebih berat.
Di saat yang sama, AS dikabarkan tengah memperkuat hubungan dagang dengan beberapa negara lain seperti Jepang, Filipina, Indonesia, dan Uni Eropa.
India sendiri merupakan negara dengan populasi terbesar di dunia dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi global. Meskipun begitu, Trump telah lama mengkritik kebijakan dagang India. Pada 2019, saat masa jabatan presiden sebelumnya, ia mencabut status perdagangan istimewa India.
Pada April 2025, Trump sempat mengumumkan rencana tarif timbal balik hingga 50% untuk sejumlah negara, termasuk India yang saat itu dijadwalkan dikenakan tarif sebesar 26%. Namun, implementasi kebijakan tersebut ditunda selama 90 hari untuk memberi waktu negosiasi.
Berdasarkan data Biro Sensus AS, defisit perdagangan antara AS dan India mencapai US$ 45,7 miliar pada tahun lalu. Trump menilai ketidakseimbangan ini harus dikoreksi. Namun demikian, sejumlah ekonom memperingatkan bahwa pemberlakuan tarif tinggi justru berpotensi membebani konsumen domestik dan memperlambat pertumbuhan ekonomi AS.
Meski menuai pro dan kontra, Trump tampaknya tetap konsisten dengan pendekatan protektionis yang menjadi ciri khasnya dalam kebijakan ekonomi luar negeri.*
(bs/j006)
JAKARTA Tim kuasa hukum mantan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menghadirkan empat ahli dalam sidang praperadilan di Pengadilan
NASIONAL
JAKARTA Polda Metro Jaya tidak menghadirkan saksi ahli dalam sidang praperadilan Roy Suryo jilid 4 di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selata
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Qholil Hidayat Sitanggang, bocah lakilaki berusia 8 tahun yang hanyut di Sungai Tanjung Pinggir, wilayah Kota Pematangsian
PERISTIWA
TANJAB TIMUR Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjung Jabung Timur mengamankan seorang pria berinisial H (31) yang diduga terlibat dalam pered
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengapresiasi rencana pemerintah memberikan kepastian status bagi guru Pegawai Pemerintah de
NASIONAL
NTT Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan kebutuhan pangan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) aman hingga satu
NASIONAL
SIKKA Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meninjau kesiapan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kab
PEMERINTAHAN
JAKARTA Bareskrim Polri akan menyelesaikan kasus dugaan penghinaan adat Toraja yang melibatkan komika Pandji Pragiwaksono melalui mekanisme
NASIONAL
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan strategis mengalami pergerakan pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi
EKONOMI
JAKARTA Desain iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max dengan modul kamera belakang berukuran besar dan susunan lensa menyerupai boba mulai
SAINS DAN TEKNOLOGI