BREAKING NEWS
Kamis, 02 April 2026

Mantan Imam Yahudi Israel: Netanyahu Seorang Ateis, Jangan Mudah Percaya Janjinya

Raman Krisna - Minggu, 17 Agustus 2025 14:10 WIB
Mantan Imam Yahudi Israel: Netanyahu Seorang Ateis, Jangan Mudah Percaya Janjinya
Mantan Kepala Rabi (Imam Yahudi) Sephardi, Yitzhak Yosef. (foto: Miriam Alster/Flash90)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

YERUSALEM – Mantan Kepala Rabi (Imam Yahudi) Sephardi, Yitzhak Yosef, melontarkan kritik tajam terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, serta pemimpin Partai Shas, Arye Deri.

Dalam pernyataannya pada Sabtu (16/8) malam, Yosef menuding keduanya telah menghambat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haredi yang seharusnya menjadi prioritas koalisi pemerintah.

Berbicara usai aksi demonstrasi yang digelar selama sepekan di depan penjara militer yang menahan sejumlah warga Haredi, Yosef menilai pemerintah seharusnya sudah mengesahkan RUU tersebut sebelum menyetujui anggaran pertamanya.

"Seharusnya, sebagaimana tertuang dalam perjanjian koalisi, rancangan undang-undang itu disahkan lebih dulu sebelum anggaran negara ditetapkan," kata Yosef seperti dikutip Jerusalem Post, Minggu (17/8).

Dalam kesempatan itu, Yosef juga menyebut Netanyahu sebagai seorang ateis, sekaligus mengingatkan para anggota parlemen dari kubu Haredi untuk tidak bergantung penuh pada perdana menteri.

Ia merujuk pada sosok mendiang Rabi Shalom Cohen, mantan presiden Dewan Taurat Shas, yang menurutnya akan bersikap lebih tegas terhadap pemerintah.

"Jangan mudah percaya pada janji-janji setelah anggaran disahkan. Mengapa kalian mendengarkannya? Apakah kalian yakin padanya? Dia seorang ateis," ujar Yosef.

Selain itu, Yosef juga menyoroti penangkapan sejumlah warga Yahudi Sephardi oleh militer Israel (IDF).

Ia menilai kelompok tersebut menjadi sasaran utama dalam operasi penahanan.

"Mereka menangkap sebagian besar kaum Sephardi, yang kondisi keluarganya lemah. Situasi ini menambah tekanan di tengah masyarakat," ucapnya.

Yitzhak Yosef sendiri dikenal kerap melontarkan pernyataan yang memicu perdebatan publik.

Pada 2020, ia sempat menuai kritik karena menyebut sebagian imigran dari bekas Uni Soviet bukan Yahudi dan "komunis yang membenci agama".

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru