Ia menyerukan hubungan yang lebih seimbang dan saling menghormati antara kedua negara.
Rodriguez, yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden di pemerintahan Nicolas Maduro, menyampaikan ajakan kepada AS untuk bekerja sama dalam berbagai agenda yang bertujuan untuk mencapai pembangunan bersama.
"Kami ingin bergerak menuju hubungan yang seimbang dan saling menghormati antara AS dan Venezuela," ujar Rodriguez dalam wawancaranya, Senin (5/1/2026).
Pernyataan ini muncul setelah peningkatan ketegangan yang terjadi selama beberapa bulan terakhir, yang mencapai puncaknya pada serangan besar-besaran AS terhadap sejumlah titik di Venezuela pada awal Januari 2026.
Sebagai informasi, pada Sabtu (3/1), pasukan militer AS menangkap Maduro, yang dianggap oleh Washington sebagai pemimpin tidak sah.
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, kemudian dibawa ke AS untuk diproses lebih lanjut.
Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya AS untuk menggulingkan pemerintahan Maduro, yang dituduh mendukung kartel narkoba dan terlibat dalam penyelundupan narkoba ilegal.
Presiden AS sebelumnya, Donald Trump, juga menekan Maduro untuk menyerahkan kekuasaan dengan menuduhnya bertanggung jawab atas kematian ribuan warga AS yang terkait dengan penggunaan narkoba ilegal.
Sejak September 2025, pasukan AS telah meluncurkan lebih dari 30 serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba dari Venezuela.
Beberapa pihak internasional, termasuk Rusia dan China, mengkritik keras langkah AS yang dianggap melanggar hukum internasional.