SWISS – Presiden Amerika SerikatDonald Trump mengumumkan rencana ambisius membangun kembali Gaza melalui proyek bernama "New Gaza" dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Kamis (22/1/2026).
Proyek ini dirancang untuk mengubah wilayah yang hancur akibat perang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, investasi, dan hunian modern.
Dalam presentasinya, Trump menekankan potensi strategis Gaza sebagai kawasan pantai dengan lokasi yang sangat berharga.
"Kita akan sangat sukses di Gaza. Ini akan menjadi hal yang luar biasa untuk disaksikan," ujar Trump.
Sebagai mantan pengusaha properti, ia menekankan pengembangan kawasan yang "indah dan memiliki peluang besar bagi banyak orang."
Rencana master plan New Gaza mencakup pembangunan gedung pencakar langit, kawasan hunian modern, industri, pusat data, fasilitas olahraga, pariwisata pantai, dan pertanian.
Pembangunan akan dilakukan dalam empat tahap, dimulai dari Rafah di selatan menuju Kota Gaza.
Infrastruktur utama seperti pelabuhan dan bandara baru akan dibangun dekat perbatasan Mesir, dilengkapi dengan penyeberangan tiga negara dan area perimeter keamanan yang dijaga pasukan Israel sampai wilayah aman.
Jared Kushner, menantu sekaligus penasihat Trump, menuturkan proyek ini menjadi simbol harapan baru.
"Kami sudah mulai membersihkan puing-puing dan melakukan beberapa penghancuran. Dan kemudian Gaza Baru. Ini bisa menjadi tujuan wisata, memiliki banyak industri, dan memberi harapan baru," katanya.
Proyek New Gaza diperkirakan dapat rampung dalam dua hingga tiga tahun.
Konferensi pendanaan internasional dijadwalkan digelar beberapa minggu ke depan di Washington.