Asap Berbahaya Masih Menyelimuti Lokasi Kebakaran, Rico Waas Minta Warga Segera Mengungsi
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau lokasi kebakaran pabrik plastik dan mainan di Jalan Ladang, Gang Pe
PEMERINTAHAN
WASHINGTON — Amerika Serikat resmi keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pemerintahan Presiden Donald Trump menilai lembaga kesehatan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa itu gagal menangani pandemi Covid-19 dan dinilai merugikan kepentingan Amerika Serikat.
Keputusan penarikan diri tersebut disampaikan melalui siaran pers bersama Departemen Kesehatan dan Departemen Luar Negeri AS yang dikutip Reuters pada Sabtu, 24 Januari 2026.Baca Juga:
Pemerintah AS menyatakan hanya akan berinteraksi secara terbatas dengan WHO untuk memfasilitasi proses penarikan diri.
"Kami tidak berencana berpartisipasi sebagai pengamat dan tidak ada rencana untuk bergabung kembali," ujar seorang pejabat senior kesehatan pemerintah AS.
Menurut dia, ke depan Amerika Serikat akan bekerja langsung dengan negara lain dalam pengawasan penyakit dan prioritas kesehatan publik, tanpa melalui organisasi internasional.
Trump sebelumnya telah mengeluarkan perintah eksekutif terkait penarikan diri AS dari WHO pada hari pertama masa jabatan keduanya pada 2025.
Pemerintah AS juga telah menghentikan seluruh kontribusi pendanaan kepada WHO, sebagaimana tertuang dalam dokumen Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) yang dirilis Kamis lalu.
Berdasarkan hukum Amerika Serikat, penarikan diri dari WHO mensyaratkan pemberitahuan satu tahun serta pelunasan tunggakan iuran sekitar US$260 juta.
Namun seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS membantah kewajiban pembayaran tersebut harus dilakukan sebelum penarikan resmi berlaku.
"Rakyat Amerika telah membayar lebih dari cukup," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan tertulis.
Trump disebut menggunakan kewenangannya untuk menangguhkan transfer sumber daya pemerintah AS ke WHO, dengan alasan organisasi tersebut telah merugikan Amerika Serikat hingga triliunan dolar.
Sejumlah saksi melaporkan bendera Amerika Serikat telah diturunkan dari depan kantor pusat WHO di Jenewa pada Kamis, 22 Januari 2026.
Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintahan Trump juga menarik diri dari sejumlah badan PBB lainnya.
Sejumlah pengamat menilai langkah tersebut, termasuk pembentukan inisiatif Board of Peace oleh Trump, berpotensi melemahkan peran multilateralisme dan sistem PBB secara keseluruhan.
Meski demikian, dokumen usulan yang ditinjau pemerintahan Trump pada tahun lalu justru merekomendasikan agar Amerika Serikat mendorong reformasi dan memperkuat kepemimpinan AS di dalam tubuh WHO, bukan keluar sepenuhnya.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sebelumnya telah mendesak agar keputusan tersebut ditinjau ulang.
WHO juga menyatakan Amerika Serikat belum membayar iuran untuk tahun 2024 dan 2025.
Isu penarikan diri AS dijadwalkan dibahas dalam rapat dewan eksekutif WHO pada Februari mendatang.
"Ini merupakan pelanggaran jelas terhadap hukum AS. Namun Trump sangat mungkin lolos dari konsekuensi," ujar Lawrence Gostin, Direktur Pendiri O'Neill Institute for Global Health Law Universitas Georgetown.
Ketua Gates Foundation Bill Gates mengatakan kepada Reuters di Davos bahwa kecil kemungkinan Amerika Serikat akan mengubah keputusan tersebut dalam waktu dekat.
"Kami tetap akan mendorong AS untuk kembali bergabung. Dunia membutuhkan WHO," ujar Gates.
Keputusan penarikan Amerika Serikat memicu krisis keuangan di tubuh WHO.
Organisasi tersebut terpaksa memangkas sekitar separuh tim manajemen dan mengurangi skala operasional, termasuk rencana pemotongan sekitar seperempat jumlah pegawai hingga pertengahan tahun ini.
Selama ini, Amerika Serikat merupakan kontributor terbesar WHO dengan porsi sekitar 18 persen dari total pendanaan.
Para pakar kesehatan global menilai langkah tersebut membawa risiko besar bagi sistem kesehatan dunia.
"Penarikan AS dari WHO berpotensi melemahkan kolaborasi global yang selama ini menjadi tulang punggung deteksi, pencegahan, dan respons terhadap ancaman kesehatan," kata Kelly Henning dari Bloomberg Philanthropies.*
(bi/ad)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau lokasi kebakaran pabrik plastik dan mainan di Jalan Ladang, Gang Pe
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan apresiasi kepada Maluku Medan Bersatu (MMB) yang telah menunjukkan kepedulian so
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea angkat bicara terkait berbagai kritik yang belakangan diarahkan kepada Sekretaris Kabinet (
NASIONAL
MONTERREY Timnas Jepang tampil perkasa saat menghadapi Tunisia pada laga Grup F Piala Dunia 2026. Samurai Biru sukses meraih kemenangan te
OLAHRAGA
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) tetap dalam k
NASIONAL
DAIRI Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Nasional SidikalangMedan, tepatnya di Dusun Invaliden, Desa Peg
PERISTIWA
JAKARTA Polemik posisi partai penyeimbang yang disematkan kepada PDI Perjuangan kembali memanas di ruang politik nasional. Sejumlah el
POLITIK
BANDA ACEH Satu korban insiden ledakan di Kapal Aceh Hebat (AH) 2, Fakhri Herdieco, meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di
PERISTIWA
MEDAN Kebakaran pabrik plastik dan mainan di kawasan Medan Johor, Kota Medan, hingga Minggu (21/6/2026) siang masih belum sepenuhnya pad
PERISTIWA
JAKARTA Tiga negara dipastikan sudah lebih dulu mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menyelesaikan matchday kedu
OLAHRAGA