Media pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai "kejahatan besar" dan melukai kedaulatan negara.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam keras operasi militer yang menewaskan Khamenei, menyebutnya sebagai tindakan yang tak akan dibiarkan tanpa balasan.
"Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa jawaban… darah pemimpin berpangkat tinggi ini akan mengalir seperti mata air yang deras," ujar Pezeshkian dalam pernyataannya kepada media, Minggu (1/3/2026).
Pezeshkian menambahkan Iran akan mengumpulkan dukungan dunia Islam dan rakyat bebas untuk membalas aksi tersebut.
Latar Belakang Serangan
Serangan gabungan AS dan Israel, yang menurut laporan terjadi pada Sabtu pagi di Teheran, menargetkan fasilitas pertahanan dan sipil di berbagai kota, termasuk kompleks kediaman Khamenei.
Media Iran mengonfirmasi bahwa sejumlah anggota keluarga Khamenei juga ikut tewas dalam serangan tersebut. Iran kemudian menetapkan masa berkabung selama 40 hari dan libur nasional tujuh hari untuk menghormati sang pemimpin.