"Seperti dalam 300 tahun terakhir, angkatan bersenjata kita yang gagah berani tidak terlibat dalam satu pun operasi ofensif, hanya bertindak untuk membela diri," tambah Larijani.
Larijani juga menegaskan bahwa Iran akan "dengan gigih membela diri dan peradabannya yang berusia enam ribu tahun tanpa mempedulikan harga apa pun," dan memperingatkan bahwa musuh akan "menyesali kesalahan perhitungan mereka."
Pernyataan ini muncul menyusul eskalasi terbaru agresi udara oleh AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026), hanya delapan bulan setelah serangan sebelumnya terhadap Republik Islam Iran.
Serangan itu menewaskan pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, meskipun Teheran saat itu tengah terlibat dalam pembicaraan diplomatik mengenai program nuklir dengan Washington.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah pendudukan Israel dan pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
Larijani menegaskan bahwa kesigapan militer Iran merupakan langkah pertahanan strategis jangka panjang, berbeda dengan pendekatan AS.*
(d/dh)
Editor
: Dharma
Larijani: Angkatan Bersenjata Iran Siap Hadapi Konflik Jangka Panjang dengan AS dan Israel