BREAKING NEWS
Kamis, 11 Juni 2026

Gubernur Bali Wayan Koster Ikuti Prosesi Sakral di Pura Alas Arum Batur, Serahkan Hibah Rp 1 Miliar untuk Pelestarian Budaya

- Selasa, 03 Maret 2026 21:03 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster Ikuti Prosesi Sakral di Pura Alas Arum Batur, Serahkan Hibah Rp 1 Miliar untuk Pelestarian Budaya
Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri prosesi Bakti Caru Resi Gana dan Pemelaspas Bale Pemaruman di Pura Alas Arum Batur, Desa Pakraman Batur, Kintamani, Bangli, Selasa (3/3). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANGLI – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri prosesi Bakti Caru Resi Gana dan Pemelaspas Bale Pemaruman di Pura Alas Arum Batur, Desa Pakraman Batur, Kintamani, Bangli, Selasa (3/3), bertepatan dengan Hari Purnama Kesanga.

Upacara yang dipuput oleh Ida Pedanda Nabe Putra Ida Pandita Mpu Nabe Tri Dhaksa Natha ini diikuti oleh ratusan pengempon dan penyungsung pura.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster turut melakukan prosesi mendem pedagingan sebagai bagian dari rangkaian pemelaspas bale pemaruman.

Baca Juga:

Jero Penyarikan Alit Pura Alas Arum Batur menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap pembangunan dan renovasi pura.

Bantuan hibah sebesar Rp 1 miliar telah diserahkan pada tahun 2024 untuk renovasi dan pembangunan bale pemaruman.


"Bantuan ini menjadi bukti bakti dan gotong royong umat dalam menjaga kelestarian pura," ujarnya.

Kehadiran Gubernur Koster menjadi bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung pelestarian warisan budaya dan sejarah.

Ia menekankan pentingnya menjaga kesucian dan keindahan tempat ibadah, sejalan dengan upaya merawat nilai adat, tradisi, dan agama di Bali.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, serta Danrem 163/Wira Satya Ida I Dewa Agung Hadi Saputra.

Pura Alas Arum Batur, yang berlokasi di Desa Pakraman Batur, berdekatan dengan Pura Ulun Danu Batur dan berdampingan dengan Pura Pande Batur serta Pelinggih Ida Ratu Mbah Api.

Rangkaian upacara dimulai pada 21 Februari 2026 dan akan berlangsung hingga 10 Maret 2026 untuk prosesi Pengayar, Pertanian, dan Mesineb Karya.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Perbedaan Persepsi Warga soal Penataan Lokasi Daging Non-Halal, Wali Kota Medan: Pro dan Kontra Biasa, Yang Penting Persaudaraan Tetap Terjaga
Ribuan Wisatawan Tertahan di Ngurah Rai, Imigrasi Bali Beri Layanan ITKT dan Bebas Denda Overstay
Putri Koster Tinjau Persiapan Bimtek Kader Posyandu, Pastikan Pelayanan Optimal di Bali
Pemkot Binjai Genjot Validasi Data Pengungsi Bencana Sumatera Agar Bantuan Tepat Sasaran
Puluhan Warga Ketol Unjuk Rasa di DPRK Aceh Tengah, Tuntut Penanganan Bencana dan Infrastruktur
Timur Tengah Memanas! Bagaimana Nasib WNI Asal Sumut? Kesbangpol Angkat Bicara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru