BREAKING NEWS
Sabtu, 07 Maret 2026

Diplomasi Indonesia, Dua Kapal Tanker Pertamina Terancam Konflik di Selat Hormuz

Adam - Jumat, 06 Maret 2026 14:09 WIB
Diplomasi Indonesia, Dua Kapal Tanker Pertamina Terancam Konflik di Selat Hormuz
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, Santo Darmosumarto. (Foto: ANTARA/Yashinta Difa)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus melakukan diplomasi agar dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Upaya ini dilakukan melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) di Teheran, Iran, menyusul ketegangan yang terjadi di kawasan tersebut.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (ASPASAF) Kemlu, Santo Darmosumarto, menjelaskan bahwa pihak KBRI tengah melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah Iran untuk memastikan keselamatan kapal dan awaknya.

Baca Juga:

"Upaya diplomasi ini dilakukan agar kepentingan Indonesia terkait Pertamina dapat dilindungi, termasuk keamanan kapal saat melintasi Selat Hormuz," ujar Santo di Gedung Kemlu RI, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).

Santo menambahkan bahwa kondisi di Iran masih belum kondusif. Meski demikian, pihak Kemlu terus melakukan koordinasi agar komunikasi berjalan efektif.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa dua kapal tanker Pertamina saat ini masih bersandar di wilayah Selat Hormuz untuk menghindari risiko akibat konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Penutupan Selat Hormuz dilakukan Iran setelah serangan AS dan Israel pada 28 Februari 2026, yang menewaskan lebih dari 1.000 warga Iran.

"Selagi kita melakukan negosiasi dan komunikasi, kami mencari solusi agar kapal dapat melanjutkan pelayaran dengan aman," kata Bahlil.

Diplomasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk menjaga keamanan aset nasional dan memastikan kontinuitas distribusi energi di tengah ketegangan internasional.*

(d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Redam Konflik Timur Tengah, Prabowo dan PM Pakistan Rencanakan Kunjungan ke Teheran
Presiden Prabowo Tak Ingin Gegabah Putuskan Keluar dari Board of Peace
Bahlil Ungkap Arahan Prabowo: Stok BBM dan LPG Harus Aman Jelang Lebaran 2026
Gelombang Serangan AS dan Israel Hantam Iran, Teheran Laporkan 867 Tewas dan Ribuan Luka-luka
Bahlil Lahadalia Klarifikasi Stok BBM Nasional Hanya Cukup 25 Hari: Bukan Sinyal Darurat
Konflik Iran Memanas, Pemerintah Segera Evakuasi 15 WNI dari Teheran
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru