TEL AVIV – Israel kini menghadapi ancaman serius dari serangan rudal Iran yang terus berdatangan.
Negara Zionis itu mengeluh kepada Amerika Serikat (AS) terkait kehabisan persediaan rudal pencegat yang digunakan untuk menanggulangi serangan rudal balistik Iran.
Meskipun AS mengklaim kemampuan serangan rudal Iran mulai terkuras akibat serangan balik, ancaman terhadap Israel tetap sangat tinggi.
Sumber dari pejabat AS mengungkapkan, Israel telah mengirimkan peringatan tentang menurunnya jumlah proyektil dalam sistem pertahanan rudal balistik mereka.
Serangan-serangan rudal Iran yang terus-menerus telah membuat persediaan pencegat Israel berkurang drastis, dengan laporan terbaru menyebutkan, persediaan pencegat Israel mulai menipis.
"Israel memasuki perang dengan jumlah pencegat yang sangat terbatas, setelah menghadapi konfrontasi sengit dengan Iran pada musim panas lalu," bunyi laporan dari portal berita Semafor, yang dikutip pada Minggu, 15 Maret 2026.
Sistem pertahanan rudal jarak jauh Israel yang selama ini andalan, kini tertekan dengan serangan-serangan rudal Iran yang semakin intensif.
Selain itu, beberapa laporan menunjukkan bahwa Iran kini mulai menggunakan bom klaster dalam rudalnya, sebuah taktik yang bisa meningkatkan kesulitan bagi pertahanan Israel.
AS Mempersiapkan Langkah Strategis
Meski pemerintah AS telah menyadari keterbatasan sistem pencegat Israel sejak beberapa bulan lalu, mereka tetap bersikeras bahwa AS tidak menghadapi masalah serupa dalam persediaan pencegat.
Pemerintah AS dikatakan telah mengantisipasi situasi ini dan terus berkomunikasi dengan Israel terkait masalah tersebut.
Namun, dengan meningkatnya frekuensi serangan dan potensi kehabisan persediaan rudal, Israel berharap AS dapat segera memberikan dukungan lebih besar dalam upaya melawan ancaman dari Iran.*