BREAKING NEWS
Senin, 18 Mei 2026

Pezeshkian: Iran Siap Terima Perdamaian, Tapi Hanya Jika Syarat Keamanan Dipenuhi

Adelia Syafitri - Rabu, 01 April 2026 10:57 WIB
Pezeshkian: Iran Siap Terima Perdamaian, Tapi Hanya Jika Syarat Keamanan Dipenuhi
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghadiri upacara penandatanganan dokumen dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Rusia 17 Januari 2025. (Foto: REUTERS/Evgenia Novozhenina)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengungkapkan bahwa negaranya memiliki niat kuat untuk mengakhiri perang yang berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Namun, ia menegaskan bahwa Teheran hanya akan menerima penghentian konflik jika sejumlah syarat penting dipenuhi, termasuk jaminan agar serangan agresif dari pihak AS dan Israel tidak terulang lagi.

Baca Juga:
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam sebuah percakapan telepon dengan Presiden Dewan Eropa pada Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, meskipun Iran berkomitmen untuk mengakhiri peperangan, solusi damai hanya akan tercapai jika serangan dari pihak lawan dihentikan sepenuhnya.

"Kami memiliki kemauan yang diperlukan untuk mengakhiri konflik ini, asalkan syarat-syarat penting terpenuhi—terutama jaminan yang diperlukan untuk mencegah terulangnya agresi," ujar Pezeshkian dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh kantor kepresidenannya.

Iran juga mengusulkan agar suatu mekanisme penjaminan dibentuk untuk memastikan bahwa baik Israel maupun AS tidak akan melanjutkan agresi mereka di masa depan.

Langkah tersebut adalah bagian dari lima poin balasan Iran terhadap 15 poin rencana perdamaian yang diserahkan AS.

Perang yang berlangsung antara Iran dan AS-Israel ini bermula pada 28 Februari 2026, ketika serangan udara besar-besaran dari AS dan Israel menargetkan fasilitas-fasilitas penting di Iran.

Hal ini memicu serangan balasan dari Iran berupa rudal dan drone yang mengarah ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Salah satu dampak besar dari eskalasi ini adalah penutupan Selat Hormuz, jalur perdagangan vital yang mengalirkan 20 persen pasokan minyak dunia.

Sejak awal konflik, ekonomi global terdampak parah, sementara jalur penerbangan internasional juga terganggu akibat serangan-serangan yang terus berlangsung.

Meski demikian, Pezeshkian menyatakan bahwa penghentian serangan adalah langkah pertama yang harus dicapai sebelum perdamaian bisa terwujud.

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Israel Tolak Bertanggung Jawab atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Zulhas Ajak Masyarakat Indonesia Bersyukur Punya Presiden Prabowo: Gagasan yang Dulu Diragukan Kini Mulai Terbukti
Indonesia Mendesak Rapat Darurat Dewan Keamanan PBB Usai Personel TNI Gugur di Lebanon
Praka Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI Penerima Dua Tanda Kehormatan, Gugur di UNIFIL
Prajurit TNI Tewas di Lebanon, Komisi I Desak Pemerintah Tinjau Ulang Penugasan
Trump Desak Arab Saudi Gabung Israel, Ada Apa di Balik Konflik Iran?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru