BREAKING NEWS
Kamis, 11 Juni 2026

Kenapa Iran Tuntut Ganti Rugi ke Lima Negara Teluk Terkait Serangan AS-Israel?

- Selasa, 14 April 2026 17:56 WIB
Kenapa Iran Tuntut Ganti Rugi ke Lima Negara Teluk Terkait Serangan AS-Israel?
Serangan Israel di Teheran, Iran. (foto: @isaacrrr7/X)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

IRAN Iran menuntut ganti rugi kepada lima negara di kawasan Teluk yang diduga terlibat dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap wilayahnya pada 28 Februari 2026.

Kelima negara tersebut adalah Bahrain, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yordania.

Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir-Saeid Iravani menyampaikan tuntutan tersebut dalam keterangan yang dikutip Al Jazeera, di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, AS, dan Israel.

Baca Juga:

Iravani menyebut negara-negara tersebut diduga mengizinkan wilayah udara maupun fasilitas strategis mereka digunakan dalam operasi militer yang diarahkan ke Iran.

Menurutnya, tindakan itu termasuk pelanggaran hukum internasional.

"Dengan tindakan mereka yang melanggar hukum internasional, mereka telah melanggar kewajiban internasional kepada Republik Islam Iran sehingga menimbulkan tanggung jawab internasional," kata Iravani, dikutip dari The National.

Iran menilai tindakan tersebut sebagai bentuk agresi tidak langsung dan menuntut kompensasi penuh atas kerugian materiil yang ditimbulkan akibat serangan tersebut.

Selain itu, Iran juga menolak Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 yang sebelumnya mengutuk serangan Teheran terhadap sejumlah negara di kawasan Teluk.

Iran menilai resolusi tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan tidak mencerminkan keadilan.

Sementara itu, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari lima negara yang disebut dalam tuntutan tersebut.

Namun, pada Januari 2026, Uni Emirat Arab sempat menyatakan kebijakan pelarangan penggunaan wilayah udara, darat, dan perairannya untuk aktivitas militer yang bermusuhan terhadap Iran, serta menegaskan komitmen terhadap netralitas regional.

Ketegangan di kawasan tersebut terus meningkat seiring saling tuduh antara Iran dan negara-negara sekutu AS di Timur Tengah.*

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Disebut “Lemah”, Paus Leo XIV: Saya Tidak Takut Pemerintahan Trump
Memanas! Iran Siapkan “Pusaran Mematikan” di Hormuz, Balasan atas Langkah Trump
Trump Serang Paus Leo XIV, Minta Perbaiki Sikap Usai Kritik Kebijakan AS
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.121/USD, Tertekan Penguatan Dolar AS di Awal Pekan
Negosiasi Iran-AS Nyaris Deal, Gagal Usai Ancaman Trump Blokade Selat Hormuz
Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Naik 8 Persen Imbas Rencana Blokade Selat Hormuz
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru