Gugurnya Praka Rico menambah jumlah korban dari Indonesia dalam misi tersebut menjadi empat orang dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
"Saya berduka setelah mendengar seorang penjaga perdamaian Indonesia meninggal dunia akibat luka yang diderita setelah insiden pada Maret," ujar Guterres dalam pernyataannya, Sabtu (25/4/2026).
Ia menyebut, berdasarkan temuan awal UNIFIL, insiden tersebut terjadi ketika proyektil dari tank militer Israel menghantam posisi pasukan penjaga perdamaian di Lebanon selatan.
Guterres juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mendoakan kesembuhan bagi personel lain yang mengalami luka dalam insiden tersebut.
Dalam perkembangan terbaru, sedikitnya enam personel UNIFIL dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka serius akibat rangkaian konflik di wilayah tersebut.
Dari jumlah tersebut, empat di antaranya merupakan prajurit TNI yang tengah bertugas dalam misi penjaga perdamaian di Lebanon selatan.
Sebelumnya, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat akibat serangan artileri di wilayah Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026 dan sempat menjalani perawatan intensif sebelum dinyatakan gugur.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga telah menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI tersebut. Sejumlah negara sahabat, termasuk Arab Saudi, turut menyampaikan belasungkawa.*
(mt/dh)
Editor
: Adam
Sekjen PBB Sampaikan Duka atas Gugurnya Prajurit TNI dalam Misi UNIFIL di Lebanon