Kabar OTT di Bogor Mencuat, KPK: Tidak Benar!
BOGOR Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah informasi mengenai operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat di Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA — Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir menuai kecaman internasional setelah mengunggah video penahanan para aktivis armada kemanusiaan Gaza Global Sumud Flotilla di media sosialnya pada Rabu, 20 Mei 2026.
Video tersebut memperlihatkan puluhan aktivis ditahan di fasilitas pelabuhan Ashdod, Israel, dalam kondisi berlutut dengan tangan terikat ke belakang.
Rekaman itu memicu kemarahan berbagai negara karena dinilai memperlihatkan perlakuan tidak manusiawi terhadap para aktivis sipil internasional yang terlibat dalam misi solidaritas untuk Gaza.Baca Juga:
Dalam video tersebut, seorang aktivis perempuan terdengar meneriakkan slogan "Free Palestine" sebelum aparat keamanan segera menangkap kepalanya dan mendorongnya ke tanah.
Aktivis itu kemudian diseret menjauh dari jalur kunjungan Ben Gvir.
Adegan lain memperlihatkan Ben Gvir berjalan di depan para tahanan sambil mengibarkan bendera besar Israel dan meneriakkan kalimat dalam bahasa Ibrani, "Selamat datang di Israel! Kami yang berkuasa di sini!"
Kamera juga menyorot para aktivis yang masih berlutut dan terikat saat lagu kebangsaan Israel diputar keras melalui pengeras suara.
Dalam salah satu momen, Ben Gvir terdengar meneriakkan slogan nasionalis "Am Yisrael Chai" atau "Bangsa Israel hidup" kepada seorang tahanan yang mencoba berdebat dengannya.
Laporan The Times of Israel menyebut video itu segera memicu reaksi keras dari berbagai negara, terutama negara-negara Eropa yang warganya ikut berada dalam armada kemanusiaan tersebut.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menjadi salah satu pemimpin pertama yang mengecam tindakan tersebut.
Meloni menyebut perlakuan terhadap para aktivis, termasuk warga negara Italia, tidak dapat diterima dan melanggar martabat manusia.
Ia mengatakan pemerintah Italia akan mengambil langkah diplomatik untuk memastikan pembebasan warga negaranya dan meminta klarifikasi resmi dari pemerintah Israel.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot juga mengumumkan pemanggilan duta besar Israel di Paris untuk meminta penjelasan terkait perlakuan terhadap warga Prancis yang ikut dalam flotilla tersebut.
"Keselamatan warga negara kami adalah prioritas utama," ujar Barrot melalui akun media sosial X.
Mengutip laporan Al Jazeera, kecaman serupa datang dari sejumlah negara lain.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyebut tindakan Israel keterlaluan setelah diketahui ada warga Korea Selatan yang ikut ditahan.
Pemerintah Spanyol dan Irlandia bahkan menyebut tindakan Ben Gvir sebagai perilaku yang mengerikan dan memalukan.
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menggambarkan perlakuan terhadap para aktivis sebagai tindakan "monster", sedangkan Menteri Irlandia Helen McEntee meminta pembebasan segera para tahanan.
Uni Eropa turut memberikan respons resmi.
Juru bicara Uni Eropa Anouar El Anouni menegaskan bahwa perlakuan terhadap para aktivis dalam video tersebut sepenuhnya tidak dapat diterima dan harus sesuai hukum internasional.
"Kami mendesak pemerintah Israel memastikan perlindungan dan perlakuan yang bermartabat terhadap para aktivis ini," ujarnya.
Pemerintah Inggris juga menyampaikan keprihatinan mendalam.
Menteri Dalam Negeri Inggris Yvette Cooper mengatakan pihaknya telah meminta penjelasan kepada otoritas Israel terkait perlakuan terhadap warga negara Inggris yang ikut dalam armada tersebut.
Selain itu, sejumlah negara seperti Belanda, Kanada, Portugal, Swedia, Swiss, Jerman, Austria, Belgia, Yunani, Polandia, Slovenia, Kolombia, Turki, dan Qatar dilaporkan turut menyampaikan protes diplomatik kepada Israel.
Menariknya, kritik juga datang dari Amerika Serikat yang selama ini dikenal sebagai sekutu utama Israel.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Mike Huckabee menyebut tindakan Ben Gvir sebagai tindakan bodoh yang mencoreng martabat Israel di mata dunia.
"Flotilla itu adalah aksi bodoh, tetapi Ben Gvir telah mengkhianati martabat bangsanya," tulis Huckabee melalui akun X miliknya.*
(tt/ad)
BOGOR Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah informasi mengenai operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat di Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh berinisial FD, 58 tahun, dan seorang pria berinisial AM, 22 tahun, dijerat dengan Pasal 46
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU) menggelar aksi unjuk rasa di
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara masih memiliki lima jabatan yang belum terisi. Kepala Badan Kepegawaian Pemerintah Provinsi Sum
PEMERINTAHAN
MEDAN Kepala Seksi Operasi dan Latihan (Kasiopslat) Wing Udara 1 Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kepulauan Riau, Mayor Laut Faisal Mul
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mencatat 170 unit rumah rusak akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wil
PERISTIWA
BANDA ACEH Personel Tim Rimueng Koetaradja Satreskrim Polresta Banda Aceh menangkap AA, 24 tahun, warga salah satu gampong di Kecamatan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengapresiasi kontribusi Universitas Sumatera Utara (USU) dalam mendorong kemajuan pendidikan,
PEMERINTAHAN
PANGKALPINANG Dedikasi, keterbukaan terhadap informasi publik, dan komitmen membangun komunikasi dengan insan pers mendapat apresiasi da
NASIONAL
BATU BARA Bapenda Kabupaten Batu Bara kembali membuka layanan pajak daerah dalam rangka mendukung program Bupati Batu Bara Sinergi Melayan
PEMERINTAHAN