BREAKING NEWS
Kamis, 06 Agustus 2026

Sebelum Prabowo Siap ke Pyongyang, Upaya RI Buka Dialog Korea Utara Ternyata Sudah Ditolak

Dharma - Kamis, 06 Agustus 2026 11:31 WIB
Sebelum Prabowo Siap ke Pyongyang, Upaya RI Buka Dialog Korea Utara Ternyata Sudah Ditolak
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Korea Lee Jae Myung di Hwabaek International Convention Center (HICO), Gyeongju, Sabtu (1/11/2025). (Foto: Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SEOUL - Pemerintah Korea Selatan mengungkapkan Indonesia telah berupaya memfasilitasi pembicaraan antara Seoul dan Pyongyang. Namun, usulan tersebut ditolak oleh Korea Utara.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Korea Selatan Cho Hyun dalam keterangannya kepada wartawan di Seoul, Rabu (5/8/2026), sebagaimana dilaporkan Reuters. Menurut Cho, peluang untuk menggelar dialog multilateral dengan Korea Utara saat ini masih sangat kecil.

"Pembicaraan multilateral dengan Pyongyang secara realistis sulit dilakukan dalam situasi saat ini," kata Cho.

Baca Juga:

Ia menambahkan, Indonesia sempat mencoba mengatur pertemuan antara Korea Selatan dan Korea Utara, tetapi Pyongyang menolak proposal dialog tersebut. Meski begitu, Cho tidak menjelaskan kapan Indonesia mengajukan usulan itu maupun dalam bentuk seperti apa upaya mediasi tersebut dilakukan.

Cho juga mengatakan, isu Korea Utara akan menjadi prioritas utama dalam pembicaraannya dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Pertemuan itu diharapkan membahas perkembangan di Semenanjung Korea di tengah masih buntunya hubungan antara Seoul dan Pyongyang.

Pengungkapan Menlu Korea Selatan tersebut muncul beberapa hari setelah Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesediaannya untuk berkunjung ke Korea Utara apabila diminta oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung guna membantu membuka jalur dialog.

Dalam pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara pada Jumat (31/7/2026), Prabowo mengungkapkan bahwa Presiden Lee pernah menanyakan kesediaannya untuk berkunjung ke Pyongyang.

"Dengan hormat, dengan rela kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat," kata Prabowo.

Saat itu, Prabowo menegaskan Indonesia memiliki hubungan baik dengan berbagai negara dan menjalankan politik luar negeri bebas aktif, sehingga dipercaya tidak memiliki kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Sebelumnya, kantor Presiden Korea Selatan menyatakan bahwa Indonesia dan negara-negara lain yang memiliki hubungan baik dengan Seoul maupun Pyongyang dapat memainkan peran konstruktif dalam mendorong perdamaian di Semenanjung Korea. Pemerintahan Presiden Lee Jae Myung juga menegaskan terus mencari berbagai cara untuk bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki hubungan baik dengan kedua Korea guna membuka kembali jalur komunikasi.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Korea Selatan maupun Korea Utara. Posisi tersebut selama ini dinilai menjadi modal diplomatik bagi Jakarta untuk membantu menjembatani komunikasi di tengah kebuntuan hubungan kedua negara.

Namun, pernyataan terbaru Cho Hyun menunjukkan bahwa setidaknya satu upaya yang dilakukan Indonesia untuk mempertemukan kedua pihak belum membuahkan hasil karena ditolak oleh Pyongyang.* (k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Di Tengah Badai Geopolitik Dunia, Ekonomi RI Tetap Kokoh Tumbuh 5,29% di Triwulan II
Rebutan Kursi HUT RI di Istana Sengit, 128 Ribu Orang War Ticket dari 14 Negara
Harga Cabai Rawit Nyaris Rp60 Ribu per Kg, Simak Daftar Harga Pangan Terbaru Hari Ini
Kemiskinan RI Turun Jadi 22,93 Juta Orang, tapi Kesenjangan Desa-Kota Justru Melebar
BPS Catat Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Bertahan di Rp45.150 per Kg, Telur Ayam Ras Rp24.000
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru