BREAKING NEWS
Rabu, 07 Oktober 2026

Kapal di Selat Hormuz Anjlok Drastis, Harga Minyak Dunia Melonjak usai Gencatan Senjata AS-Iran Kandas

Administrator - Selasa, 18 Agustus 2026 08:12 WIB
Kapal di Selat Hormuz Anjlok Drastis, Harga Minyak Dunia Melonjak usai Gencatan Senjata AS-Iran Kandas
ilustrasi - Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa (18/8/2026) setelah kesepakatan sementara Amerika Serikat (AS) dan Iran berakhir. (Foto: idnfinancials)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa (18/8/2026) setelah kesepakatan sementara Amerika Serikat (AS) dan Iran berakhir. Pasar kembali mencermati risiko gangguan pasokan energi akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik sekitar 0,46% ke level US$84,96 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent yang menjadi patokan global menguat sekitar 0,30% menjadi US$91,17 per barel.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah upaya diplomasi AS dan Iran untuk memperpanjang kesepakatan gencatan senjata belum mencapai titik temu. Iran menyatakan tidak ada pembicaraan untuk memperpanjang kesepakatan tersebut, sementara Presiden AS Donald Trump juga menegaskan tidak akan memperpanjangnya.

Baca Juga:

Situasi tersebut memunculkan kembali kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi, terutama jika ketegangan berkembang di sekitar Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan salah satu rute penting bagi perdagangan minyak dan gas dunia.

Seorang pejabat senior Iran sebelumnya mengatakan Teheran siap mengubah strategi menjadi lebih ofensif apabila jalur diplomasi dengan Washington mengalami kegagalan. Iran juga memperingatkan kemungkinan meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya.

Pergerakan harga minyak juga dipengaruhi kondisi lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang mengalami penurunan tajam. Data pelacakan menunjukkan hanya sedikit kapal yang melintas dalam beberapa hari terakhir, jauh di bawah kondisi normal sebelum konflik berlangsung.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz berpotensi menghambat distribusi energi dari kawasan Teluk dan memberikan tekanan tambahan terhadap harga minyak dunia.

Pada perdagangan Senin (17/8/2026), harga Brent juga telah menguat lebih dari US$2 per barel dan ditutup di sekitar US$90,87 per barel. WTI sementara itu mencapai US$84,50 per barel seiring meningkatnya kekhawatiran mengenai risiko pasokan global.* (in/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prakiraan Cuaca Aceh Selasa 18 Agustus 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Selasa 18 Agustus 2026: Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Jakarta Selasa 18 Agustus 2026: Mayoritas Wilayah Berawan
Prakiraan Cuaca Jawa Barat Selasa 18 Agustus 2026: Mayoritas Wilayah Berawan
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Selasa 18 Agustus 2026: Sejumlah Wilayah Berawan
Prakiraan Cuaca Bali Selasa 18 Agustus 2026: Denpasar Cerah, Sejumlah Wilayah Berawan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru