Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Menurutnya, tanggung jawab bersama dalam menjaga perdamaian harus diterjemahkan menjadi kerja sama yang nyata.
Pendekatan tersebut, kata Sugiono, sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang mengutamakan hubungan dengan berbagai mitra serta keterlibatan aktif dalam organisasi multilateral.
Indonesia juga menggunakan pendekatan tersebut dalam kerja sama melalui ASEAN, G20, D8, BRICS, MIKTA dan PBB.
"Pendekatan yang sama menjadi pedoman bagi interaksi Indonesia dengan seluruh mitra melalui ASEAN, G20, D8, BRICS, MICTA, dan PBB; Indonesia akan terus menjalin persahabatan demi mewujudkan kerja sama yang nyata," ujarnya.
Pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2029-2030 sendiri telah menjadi bagian dari agenda diplomasi Indonesia. PBB menyebut Indonesia tengah aktif mengupayakan kursi tersebut sebagai bentuk komitmen untuk berkontribusi lebih langsung dalam pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional.
Apabila terpilih, Indonesia akan kembali menjadi anggota tidak tetap DK PBB setelah sebelumnya pernah menjalankan mandat tersebut pada periode 1974-1975, 1995-1996, 2007-2008 dan 2019-2020.
Pencalonan ini menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat keterlibatannya dalam sistem multilateral serta mendorong diplomasi yang berorientasi pada perdamaian dan kerja sama internasional.* (k/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.