Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkapkan Indonesia mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk periode 2029-2030.
Pencalonan tersebut disampaikan Sugiono dalam pidato Indonesia pada Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat. Menurutnya, langkah itu didasari pengalaman dan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian serta keamanan internasional.
"Kami akan memajukan diplomasi kami melalui bantuan kemanusiaan, pembangunan perdamaian, serta keterlibatan lintas kawasan dan lembaga. Dengan semangat inilah Indonesia mengajukan pencalonan diri untuk kursi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030," kata Sugiono, dikutip Minggu (27/9/2026).
Baca Juga:
Sugiono mengatakan Indonesia selama ini telah berkontribusi dalam upaya penyelesaian konflik melalui diplomasi dan mediasi, baik di kawasan maupun di luar kawasan.
Indonesia juga menjadi salah satu negara yang berkontribusi dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB. Personel Indonesia telah terlibat dalam berbagai misi PBB sejak 1957.
Menurut Sugiono, pasukan perdamaian Indonesia juga telah bertugas selama hampir dua dekade di Lebanon di bawah misi Perserikatan Bangsa-Bangsa Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
"Meskipun UNIFIL mungkin sedang memasuki babak akhirnya, komitmen Indonesia tidak berakhir seiring dengan selesainya misi tersebut," ujarnya.
Sugiono menegaskan arah diplomasi Indonesia ke depan akan berfokus pada penguatan persatuan dan kemajuan perdamaian.
Menurut dia, memperkuat persatuan berarti membangun kembali kepercayaan terhadap sistem multilateral dan menjaga saluran dialog tetap terbuka.
Sementara itu, memajukan perdamaian dilakukan dengan mendorong seluruh pihak untuk menjunjung tinggi hukum internasional serta menggunakan berbagai instrumen yang tersedia secara efektif.
"Kami akan secara konsisten menjunjung tinggi Piagam PBB demi memelihara perdamaian dan keamanan internasional," kata Sugiono.
Indonesia Dorong Diplomasi Multilateral
Sugiono mengatakan Indonesia akan tetap menjaga ruang dialog dengan berbagai pihak dan membangun kesepahaman bersama dalam menghadapi persoalan internasional.
Menurutnya, tanggung jawab bersama dalam menjaga perdamaian harus diterjemahkan menjadi kerja sama yang nyata.
Pendekatan tersebut, kata Sugiono, sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang mengutamakan hubungan dengan berbagai mitra serta keterlibatan aktif dalam organisasi multilateral.
Indonesia juga menggunakan pendekatan tersebut dalam kerja sama melalui ASEAN, G20, D8, BRICS, MIKTA dan PBB.
"Pendekatan yang sama menjadi pedoman bagi interaksi Indonesia dengan seluruh mitra melalui ASEAN, G20, D8, BRICS, MICTA, dan PBB; Indonesia akan terus menjalin persahabatan demi mewujudkan kerja sama yang nyata," ujarnya.
Pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2029-2030 sendiri telah menjadi bagian dari agenda diplomasi Indonesia. PBB menyebut Indonesia tengah aktif mengupayakan kursi tersebut sebagai bentuk komitmen untuk berkontribusi lebih langsung dalam pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional.
Apabila terpilih, Indonesia akan kembali menjadi anggota tidak tetap DK PBB setelah sebelumnya pernah menjalankan mandat tersebut pada periode 1974-1975, 1995-1996, 2007-2008 dan 2019-2020.
Pencalonan ini menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat keterlibatannya dalam sistem multilateral serta mendorong diplomasi yang berorientasi pada perdamaian dan kerja sama internasional.* (k/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.