BREAKING NEWS
Minggu, 11 Oktober 2026

Bandara Riyadh Mencekam Dihantam Rudal Houthi! 12 Orang Tewas, Trump Ancam Ikut Turun Tangan

Administrator - Minggu, 11 Oktober 2026 09:45 WIB
Bandara Riyadh Mencekam Dihantam Rudal Houthi! 12 Orang Tewas, Trump Ancam Ikut Turun Tangan
Salah satu sasaran serangan Houthi pada Kamis (8/10/2026) adalah bandara Riyadh di ibu kota Arab Saudi. (Foto: Tangkapan Layar Sosial Media X)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

RIYADH - Serangan kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya pada Sabtu (10/10/2026). Serangan tersebut disebut menjadi insiden paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade terakhir, di tengah meningkatnya konflik dengan kelompok Houthi yang didukung Iran.

Dilansir dari Reuters, otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyebut korban tewas terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir.

Sejumlah korban luka dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Rumah sakit di sekitar Riyadh menerima pasien yang dievakuasi menggunakan ambulans dan helikopter.

Baca Juga:

Serangan pada Sabtu itu menjadi insiden ketiga yang menyasar Bandara Internasional King Khalid dalam sepekan terakhir. Dua serangan sebelumnya dilaporkan menewaskan empat orang dan menyebabkan kerusakan parah pada sebuah pesawat komersial Arab Saudi yang sedang terparkir di area bandara.

Rentetan serangan terjadi ketika Arab Saudi menjalankan operasi udara untuk mendukung pasukan pemerintah Yaman dalam pertempuran melawan Houthi.

Serangan Terjadi Tanpa Peringatan

Serangan terbaru di Bandara Internasional King Khalid dilaporkan terjadi tanpa peringatan dari sistem deteksi ancaman Arab Saudi.

Seorang saksi mata mengaku melihat ledakan sebelum menemukan sejumlah orang tergeletak dalam kondisi terluka di dalam bangunan bandara. Lebih dari belasan ambulans kemudian dikerahkan untuk mengevakuasi korban.

Rekaman video yang diverifikasi Reuters memperlihatkan sejumlah kendaraan darurat berada di lokasi kejadian.

Seorang penumpang yang terluka juga mengaku melihat benda melintas di langit dekat bandara sebelum sebagian langit-langit bangunan di sekitar gerbang keberangkatan runtuh.

Akibat serangan tersebut, otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menghentikan sementara operasional bandara. Penerbangan menuju Riyadh dibatalkan atau dialihkan ke bandara lain.

Data dari situs pelacak penerbangan Flightradar24 menunjukkan aktivitas penerbangan di sekitar bandara sempat sangat terbatas.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh turut mengeluarkan peringatan keamanan kepada warga negaranya agar menjauhi lokasi serangan.

"Kami mengetahui adanya serangan dan sangat menyarankan seluruh warga AS untuk menghindari bandara ini serta kawasan sekitarnya," demikian pernyataan Kedutaan Besar AS.

Sejumlah kedutaan negara Barat lainnya juga meminta warga negaranya menjauhi kawasan bandara.

Houthi Klaim Lumpuhkan Bandara Riyadh

Setelah serangan terjadi, kepala kantor media Houthi menyatakan melalui platform X bahwa kelompoknya telah melumpuhkan Bandara Internasional Riyadh.

Kelompok tersebut sebelumnya juga memperingatkan maskapai penerbangan agar menghindari wilayah udara Arab Saudi. Houthi menyatakan wilayah udara kerajaan itu telah ditetapkan sebagai zona operasi militer.

Peringatan tersebut muncul setelah pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi melancarkan operasi militer terhadap Houthi pada Senin (5/10/2026).

Sementara itu, koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyatakan akan memberikan respons terhadap serangan terbaru.

Rentetan serangan itu turut memunculkan sorotan terhadap kemampuan pertahanan udara Arab Saudi dalam menghadapi ancaman, terutama ketika konflik di Yaman kembali meningkat.

Arab Saudi dan pemerintah Yaman menyatakan telah melancarkan ratusan serangan terhadap sasaran di wilayah yang dikuasai Houthi. Sebaliknya, Houthi menuduh operasi tersebut menewaskan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi secara independen klaim mengenai korban sipil tersebut.

Trump Pertimbangkan AS Ikut Serang Houthi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menanggapi serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid yang menewaskan 12 orang.

Ketika ditanya wartawan di luar Gedung Putih mengenai kemungkinan Washington bergabung dengan Arab Saudi untuk menyerang Houthi, Trump mengatakan pemerintahannya masih mempertimbangkan opsi tersebut.

"Mungkin saja. Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru saja mengetahui serangan terbaru itu, jadi kami akan mengambil keputusan. Kami bergerak sangat cepat," ujar Trump.

Pernyataan tersebut muncul saat konflik antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali memanas setelah gencatan senjata yang berlangsung selama beberapa tahun mulai melemah.

Konflik Arab Saudi dan Houthi Kembali Memanas

Arab Saudi mulai terlibat dalam perang Yaman pada 2015 dengan memimpin koalisi negara-negara Arab untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Intervensi itu dilakukan setelah Houthi merebut ibu kota Sanaa pada 2014 dan memaksa pasukan pemerintah meninggalkan kota tersebut.

Konflik berkepanjangan itu menyebabkan ratusan ribu orang meninggal dunia akibat pertempuran dan kelaparan. Pada 2022, kesepakatan gencatan senjata antara Arab Saudi dan Houthi membantu meredakan pertempuran.

Namun, situasi kembali memburuk pada pertengahan 2026. Ketegangan meningkat setelah Houthi merebut kawasan strategis Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah dari pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.

Pemerintah Yaman kemudian melancarkan operasi militer untuk merebut kembali wilayah tersebut. Sejauh ini, operasi itu dilaporkan baru menghasilkan kemajuan terbatas.

Di tengah meningkatnya konflik, Riyadh dijadwalkan menjadi tuan rumah sejumlah konferensi besar di bidang energi dan investasi. Meski beberapa maskapai menangguhkan atau membatalkan penerbangan menuju ibu kota Arab Saudi, penyelenggara konferensi sebelumnya menyatakan kegiatan tetap direncanakan berlangsung sesuai jadwal.* (k/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mualem Apresiasi Arab Saudi Bangun LIPIA di Aceh, Sebut Dorong Pendidikan Islam Berkualitas
Fenomena “No Viral, No Justice”, Jaksa Agung Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Oknum Pemeras
Megawati Terbang ke Riyadh, Terima Doktor Honoris Causa dari Universitas Perempuan Terbesar Dunia
Timnas eFootball Indonesia Lolos ke Putaran Final FIFAe World Cup 2025 di Riyadh
Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal Wafat Setelah 20 Tahun Koma
Inter Milan Targetkan Trofi Piala Super Italia Ketiga Beruntun di Riyadh
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru