BREAKING NEWS
Rabu, 14 Oktober 2026

Sindir RI "Ekspor" Jerebu, Malaysia Ngaku Tawaran Bantuan Karhutla Belum Direspons

Administrator - Selasa, 13 Oktober 2026 09:05 WIB
Sindir RI "Ekspor" Jerebu, Malaysia Ngaku Tawaran Bantuan Karhutla Belum Direspons
Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (Foto: BERNAMA)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia mengaku belum menerima tanggapan dari Indonesia terkait tawaran bantuan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Kebakaran tersebut turut memicu kabut asap yang berdampak hingga ke wilayah Malaysia.

Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan negaranya telah menawarkan bantuan berupa satu pesawat, tiga helikopter, dan 55 personel untuk mendukung operasi pemadaman di wilayah terdampak.

Dikutip dari Sinar Harian, Minggu (11/10/2026), tawaran itu disampaikan Ahmad Zahid saat melakukan kunjungan resmi ke Jakarta beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, dia juga bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga:

Ahmad Zahid menjelaskan, Badan Pengurusan Bencana Negara Malaysia (NADMA) bersama Kementerian Luar Negeri Malaysia telah mengirimkan surat kepada mitra terkait di Indonesia untuk menindaklanjuti tawaran bantuan tersebut. Namun, hingga Minggu, pemerintah Malaysia mengaku belum menerima jawaban.

"Kita menawarkan dengan ikhlas, tetapi tidak ada respons untuk kita membantu mereka. Kita ucapkan terima kasih," kata Ahmad Zahid.

Meski demikian, pemerintah Malaysia memilih berprasangka baik dan menganggap Indonesia mungkin tidak membutuhkan bantuan yang ditawarkan. Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Zahid setelah menghadiri peluncuran Bulan Kesiapsiagaan Nasional 2026 di Pusat Konvensyen Ipoh, Malaysia.

Ahmad Zahid, yang juga menjabat Ketua NADMA, menegaskan persoalan kabut asap tidak seharusnya dipandang sebagai pertentangan antara Malaysia dan Indonesia. Menurutnya, kedua negara perlu memperkuat kerja sama untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan yang berulang.

Ia menggambarkan dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat Malaysia sebagai asap dari kebakaran di Indonesia yang terbawa hingga melintasi perbatasan.

"Kini kita terpaksa mengimpor jerebu secara rela paksa dari Sumatera dan Kalimantan," ujarnya.

Istilah jerebu digunakan di Malaysia untuk menyebut kabut asap. Ahmad Zahid menilai dampak lintas batas tersebut membutuhkan koordinasi antarnegara agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Selain menawarkan bantuan pemadaman, pemerintah Malaysia juga membuka kemungkinan untuk mengkaji langkah hukum terkait persoalan kabut asap. Ahmad Zahid mengatakan persoalan tersebut dapat diserahkan kepada Kejaksaan Agung Malaysia atau Attorney General's Chambers (AGC) apabila diperlukan.

Meski begitu, ia menilai pencegahan dan koordinasi antarnegara lebih baik dibandingkan langsung menempuh jalur hukum.

"Atas semangat ASEAN, koordinasi untuk menghindari itu lebih baik," kata Ahmad Zahid.

Ia berharap kerja sama regional dapat membantu mencegah kebakaran hutan dan lahan sekaligus mengurangi dampak kabut asap lintas batas yang dirasakan masyarakat di kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, berdasarkan keterangan yang disampaikan Ahmad Zahid, pemerintah Malaysia masih menunggu tanggapan Indonesia atas tawaran bantuan tersebut. Belum adanya respons yang disebutkan Malaysia tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa Indonesia menolak bantuan itu.* (k/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Daftar 10 Negara Kuliner Terbaik Dunia 2026: Indonesia Ungguli Thailand dan Spanyol
Minyak Dunia Anjlok Tapi BBM Belum Turun? Bahlil Buka Voice: Ada Jeda Evaluasi 2 Minggu
Lapas Labuhan Ruku Monitoring Usulan PB dan CB, Pastikan Hak Integrasi Warga Binaan Berjalan Tepat Waktu
Mandalika Masuk Kalender 2027! Nasib Perpanjangan Kontrak MotoGP Kini di Tangan Prabowo
Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober 2026: Cabai, Bawang, Beras, dan Telur Naik, Ini Rinciannya
Rebutan Tiket Nasional ke Bandung! 2.000 Lebih Pelajar se-Sumut Unjuk Gigi di Olimpiade Sains Asahan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru