BREAKING NEWS
Kamis, 15 Oktober 2026

Kapolda Aceh Ruddi Setiawan Ingatkan Mahasiswa: Mudah Viral Bukan Berarti Benar

T.Jamaluddin - Kamis, 15 Oktober 2026 19:38 WIB
Kapolda Aceh Ruddi Setiawan Ingatkan Mahasiswa: Mudah Viral Bukan Berarti Benar
Kepala Kepolisian Daerah Aceh Inspektur Jenderal Ruddi Setiawan saat mengisi Kuliah Umum Gelora Kebangsaan X yang diselenggarakan Himadikwara di Auditorium FKIP USK, Banda Aceh, Kamis, 15 Oktober 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Jika informasi tersebut langsung dibagikan, pengguna media sosial justru ikut memperluas penyebarannya.

"Informasi yang sesuai dengan keyakinan kita atau dikemas dengan judul provokatif sering kali lebih mudah memancing reaksi. Ketika kita langsung membagikannya tanpa memeriksa kebenarannya, kita justru ikut memperluas penyebaran hoaks. Ingat, mudah viral bukan berarti benar," tegasnya.

Ruddi menjelaskan, algoritma juga dapat membuat pengguna terus menerima informasi dan opini serupa.

Akibatnya, seseorang berisiko hanya melihat satu sudut pandang dan semakin jarang menemukan informasi pembanding.

Untuk menghindari kondisi tersebut, ia mengajak masyarakat membiasakan diri berhenti sejenak sebelum bereaksi, memeriksa sumber informasi, dan membandingkan informasi dengan sumber lain yang tepercaya.

Ia turut menyinggung konsep VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous) dan BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible) untuk menggambarkan perubahan dunia yang cepat, tidak pasti, dan semakin kompleks.

Menurut Ruddi, situasi tersebut menuntut masyarakat memiliki kemampuan berpikir jernih, beradaptasi dengan perubahan, serta mempertahankan nilai-nilai kebangsaan.

"Di tengah perubahan yang serba cepat dan kompleks, kita membutuhkan jeda untuk berpikir, nalar kritis untuk menilai informasi, serta nilai-nilai kebangsaan sebagai pegangan. Jangan mudah percaya dan jangan terburu-buru membagikan sesuatu. Verifikasi terlebih dahulu agar kita tidak menjadi bagian dari masalah di ruang digital," katanya.

Dalam kesempatan itu, Ruddi menegaskan bahwa upaya menjaga ruang digital tetap aman dan mendukung demokrasi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Ia mengatakan Polri hadir bersama masyarakat melalui edukasi, respons terhadap berbagai persoalan, serta penegakan hukum secara proporsional sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Ia secara khusus menyoroti peran mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Sebagai kelompok terdidik dan calon pendidik, mahasiswa dinilai memiliki peluang besar untuk membangun kebiasaan berpikir kritis dan mengajarkan masyarakat agar lebih cermat menerima informasi.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KUHAP 2026 Beri Kewenangan Hakim Tinggi Periksa Ulang Saksi hingga Jaksa di Tingkat Banding
Cuaca Aceh Hari Ini 15 Oktober: Pidie Hujan Sedang, Aceh Singkil Cerah
SBY Kenang 10 Tahun Didemo Saat Jadi Presiden: Kalau Tak Mendengar Rakyat, Bisa Jatuh
Iskandar Muda Hasibuan: Masa Depan Pendidikan Ditentukan Kualitas Guru dan Integritas
63 Siswa SD dan SMA di Konawe Selatan Diduga Keracunan Usai Santap MBG
Aktivis Dhani Lubis Diskusi dengan Direktur Siber Polda Sumut, Bahas Maraknya Trading Bodong hingga Judol
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru