BREAKING NEWS
Sabtu, 17 Oktober 2026

Dampak Bencana Asap: Singapura Selidiki Perusahaan Diduga Pemicu Karhutla di Indonesia

Administrator - Jumat, 16 Oktober 2026 09:27 WIB
Dampak Bencana Asap: Singapura Selidiki Perusahaan Diduga Pemicu Karhutla di Indonesia
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong berbicara saat konferensi pers bersama Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026). (Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SINGAPURA - Pemerintah Singapura menyelidiki sejumlah perusahaan yang diduga bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang memicu kabut asap lintas negara. Pemerintah Singapura membuka kemungkinan menempuh jalur hukum terhadap perusahaan yang terbukti menyebabkan atau berkontribusi terhadap pencemaran udara di negaranya.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengatakan pemerintahnya tengah menelusuri perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia.

"Jika diperlukan, kami akan mengambil tindakan berdasarkan Undang-Undang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas Singapura dan menjajaki tindakan bersama dengan negara-negara lain," kata Wong melalui unggahan di media sosial, Kamis (15/10/2026), dikutip dari Channel News Asia (CNA).

Baca Juga:

Undang-undang yang dimaksud adalah Transboundary Haze Pollution Act, yang mulai berlaku pada September 2014. Aturan tersebut memberikan kewenangan kepada otoritas Singapura untuk mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan yang bertanggung jawab atas atau berkontribusi terhadap pencemaran kabut asap di Singapura, termasuk ketika aktivitas perusahaan berlangsung di luar wilayah negaranya.

Wong mengatakan kondisi kabut asap saat ini semakin memburuk akibat periode cuaca kering yang berkepanjangan.

Singapura Tawarkan Bantuan ke Indonesia

Di tengah memburuknya kualitas udara, Singapura juga menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan.

Pemerintah Singapura menyatakan akan terus bekerja sama dengan Indonesia dan negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) lainnya untuk mengatasi persoalan kabut asap lintas batas.

Pada Kamis (15/10/2026), Presiden Indonesia Prabowo Subianto disebut telah menyetujui bantuan dari negara asing untuk membantu menangani karhutla yang memperburuk kondisi kabut asap di kawasan. Persetujuan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, menurut laporan media lokal.

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura Grace Fu sebelumnya mengatakan pemerintahnya masih mempertimbangkan berbagai opsi penindakan berdasarkan undang-undang pencemaran kabut asap lintas batas.

Menurut Fu, pemerintah Singapura masih mengumpulkan dan meninjau data terkait kondisi kabut asap sebelum menentukan langkah selanjutnya. Dia juga berharap Indonesia dapat mengendalikan kebakaran meskipun menghadapi kondisi cuaca yang menantang.

"Tawaran bantuan kami tetap tersedia, dan kami dengan senang hati akan membahasnya dengan mitra kami jika mereka menginginkannya," ujar Fu.

Kualitas Udara Singapura Memburuk

Kabut asap yang menyelimuti kawasan Asia Tenggara turut berdampak terhadap kualitas udara Singapura.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Buka Rakernas V MPK di Tarutung, Wagub Sumut Tekankan Pentingnya Transformasi Sekolah Kristen
Kabut Asap Medan Memburuk, Rico Waas Siapkan 1.800 Kotak Masker untuk Warga
Kabut Asap Makin Mengganggu, Bobby Nasution Siapkan Modifikasi Cuaca dan Opsi Teknologi Dry Ice
Kabut Asap Karhutla Sampai ke Binjai, Wali Kota Amir Hamzah Turun ke Jalan Bagikan Masker
Prabowo Sempat Kaget Karhutla Tersisa 639 Hektare, Kepala BNPB Baru Bakal Cek Ulang
Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Upacara HUT ke-27 Tanjabtim Resmi Dibatalkan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru