BREAKING NEWS
Minggu, 25 Oktober 2026

Asap Karhutla RI Bikin Malaysia Turun tangan! WPM Ahmad Zahid Kembali Tawari Bantuan Pemadaman

Redaksi - Minggu, 25 Oktober 2026 13:55 WIB
Asap Karhutla RI Bikin Malaysia Turun tangan! WPM Ahmad Zahid Kembali Tawari Bantuan Pemadaman
Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. (Foto: BERNAMA)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi kembali menyatakan kesiapan negaranya membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap lintas negara. Ia menilai penanganan kebakaran di lapangan menghadapi sejumlah kendala, mulai dari jarak pandang yang rendah hingga keterbatasan awan untuk mendukung operasi hujan buatan.

Ahmad Zahid mengatakan komitmen bantuan tersebut telah dibahas dalam rapat kabinet Malaysia pada Jumat (23/10/2026). Malaysia, kata dia, siap memberikan bantuan semaksimal mungkin agar kebakaran dan kabut asap yang berdampak hingga negara tetangga dapat segera ditangani.

Menurut Ahmad Zahid, Indonesia telah mengerahkan ribuan personel beserta berbagai peralatan untuk memadamkan kebakaran. Namun, kondisi cuaca dan jarak pandang di lokasi terdampak membuat sejumlah upaya penanganan tidak dapat berjalan optimal.

Baca Juga:

"Dari segi personel, Indonesia memiliki lebih dari 19.000 anggota. Peralatan, termasuk pesawat dan helikopter yang dikerahkan, juga banyak," kata Ahmad Zahid, dikutip dari Sinar Harian, Minggu (25/10/2026)."Namun, ada kendala karena pesawat tidak dapat terbang akibat jarak pandang yang terlalu rendah. Selain itu, hujan buatan juga tidak dapat dilakukan karena tidak ada awan di wilayah tersebut," ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan Ahmad Zahid setelah menghadiri acara penyerahan hadiah Program Lari Jembatan Sultan Nazrin Shah di Bagan Datuk, Malaysia, pada Minggu (25/10/2026).Ahmad Zahid menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi yang dihadapi Indonesia akibat karhutla dan kabut asap. Ia berharap kebakaran dapat segera dikendalikan agar dampaknya tidak semakin meluas ke negara-negara tetangga.

Ia juga mengingatkan bahwa kabut asap berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat Malaysia, terutama warga yang memiliki alergi atau sensitif terhadap pencemaran udara.Menurut Ahmad Zahid, pembahasan mengenai kemungkinan bantuan Malaysia telah dilakukan secara langsung dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menyebut kedua pemimpin Indonesia tersebut memberikan tanggapan positif terhadap pembicaraan itu.

Meski demikian, kondisi di lapangan masih menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Jarak pandang yang terbatas dapat menghambat penerbangan pesawat dan helikopter, sementara keterbatasan awan disebut menyulitkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca untuk menghasilkan hujan buatan.Malaysia menyatakan akan tetap siap membantu Indonesia menghadapi kebakaran dan kabut asap tersebut. Bentuk bantuan serta pelaksanaannya perlu mengikuti koordinasi dan keputusan dari pihak-pihak terkait.

Dukungan Malaysia menjadi bagian dari upaya kerja sama antarnegara dalam menghadapi dampak kabut asap lintas batas. Selain penanganan kebakaran, perlindungan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak juga menjadi perhatian mengingat paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan.* (k/dh)

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gugur Saat Berjibaku Lawan Kobaran Api! 10 Pahlawan Karhutla dari Kalimantan hingga Bromo Berpulang
Sinyal Panas Energi Regional! RI Sunat Ekspor Gas, PM Singapura Lawrence Wong Minta Kontrak Dihormati
Balapan Moto3 Australia Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kekecewaan
Peringati Hari Santri 2026, Sekda Simalungun Bacakan Pesan Menag Soal Penguasaan Teknologi
DPR Bergerak Usai Gertakan Prabowo! Pembakar Hutan Bakal Dijerat Pasal Terorisme Lingkungan
Peringatan Bahlil Terbukti! Indonesia Resmi Pangkas Ekspor Gas ke Singapura Demi Listrik Dalam Negeri
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru