BREAKING NEWS
Senin, 06 April 2026

Bahaya Serius Mengonsumsi Obat Kedaluwarsa: Risiko Kesehatan yang Harus Diwaspadai

- Sabtu, 15 Maret 2025 19:05 WIB
Bahaya Serius Mengonsumsi Obat Kedaluwarsa: Risiko Kesehatan yang Harus Diwaspadai
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

bitvonline.com-Dua bayi di Kota Bekasi menjadi korban akibat pemberian obat kedaluarsa yang diberikan oleh petugas puskesmas.

Kedua bayi tersebut, yang berusia satu tahun dan delapan bulan, saat ini sudah mendapatkan perawatan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid, Bekasi. Beruntung, kondisi kedua bayi tersebut sudah membaik dan diperkirakan akan sembuh dalam waktu satu atau dua hari.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa langkah tegas akan diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

"Saya minta maaf kepada masyarakat, terutama kepada keluarga korban

. Ini akan jadi evaluasi bagi kami secara menyeluruh," ujar Tri.

Menurut Tri, pemberian obat kedaluarsa tersebut terjadi karena kelalaian petugas puskesmas. Ia menegaskan bahwa kelalaian tersebut tidak bisa diterima karena menyangkut keselamatan nyawa.

Seiring dengan kejadian ini, Tri juga memastikan akan meningkatkan pengawasan serta memberikan sanksi kepada petugas terkait.

Kasus ini mengingatkan kita akan pentingnya memeriksa tanggal kedaluarsa obat yang kita konsumsi.

Sebagaimana halnya dengan makanan dan minuman, obat-obatan pun memiliki batas waktu kedaluarsa yang harus diperhatikan

Obat yang telah kedaluarsa dapat kehilangan efektivitasnya, bahkan berisiko menyebabkan masalah kesehatan lebih lanjut, seperti pertumbuhan bakteri atau resistensi antibiotik.

Sebagai informasi, obat kedaluarsa yang dikonsumsi bisa berbahaya, karena bahan pengawet di dalamnya dapat rusak, yang memungkinkan adanya kuman berbahaya.

Selain itu, obat-obatan cair, seperti sirup atau antibiotik cair, lebih rentan terhadap kontaminasi bakteri setelah melewati tanggal kedaluarsanya.

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru