Demokrat Tegaskan SBY dan AHY Tak Bahas Koalisi dengan Anies Baswedan, Fokus Dukung Pemerintahan Prabowo
JAKARTA Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra, menegaskan bahwa Presiden ke6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Part
POLITIK
JAKARTA – Di tengah cuaca panas, es batu sering kali menjadi penyelamat. Selain menambah kesegaran minuman, tak sedikit orang yang gemar langsung mengunyah es batu untuk menghilangkan dahaga.
Namun, di balik sensasi dingin yang menyenangkan, makan es batu ternyata menyimpan risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.
Kebiasaan mengunyah es batu—meski terlihat sepele—bisa menyebabkan kerusakan permanen pada gigi. Teksturnya yang keras dapat mengikis enamel, membuat gigi retak, bahkan menyebabkan patah gigi.
Kondisi ini tentu memerlukan perawatan dokter gigi yang tak sedikit biayanya.
Tak hanya itu, menurut laman Medical News Today, kebiasaan makan es batu secara kompulsif dikenal dengan istilah pagophagia, yakni salah satu bentuk pica—gangguan makan yang ditandai dengan keinginan mengonsumsi benda non-makanan, seperti tanah, sabun, atau kapur.
Terkait dengan Anemia dan Masalah Mental
Pagophagia sangat sering dikaitkan dengan anemia defisiensi besi, kondisi saat tubuh kekurangan hemoglobin. Teori medis menyebutkan bahwa mengunyah es batu memberi efek "menyegarkan otak" secara instan bagi penderita anemia, meskipun sifatnya hanya sementara.
"Gejala anemia yang bisa menyertai pagophagia di antaranya tubuh pucat, cepat lelah, jantung berdebar, hingga sesak napas," tulis laman Medical News Today.
Bila kamu atau orang terdekat memiliki kebiasaan ini, ada baiknya segera melakukan pemeriksaan darah dan berkonsultasi ke dokter.
Pengobatan dengan suplemen zat besi terbukti mampu mengurangi kebiasaan ini secara bertahap.
Selain karena anemia, mengunyah es batu juga bisa disebabkan oleh faktor emosional, seperti stres, OCD, atau gangguan kecemasan. Dalam beberapa kasus, craving terhadap es batu muncul sebagai bentuk pelarian dari tekanan mental atau dehidrasi ringan.
Kapan Harus Waspada?
Mengunyah es batu sesekali tentu tidak masalah. Namun, jika sudah menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan, atau terjadi setiap hari, ini bisa menjadi sinyal gangguan kesehatan.
Para ahli menyarankan untuk tidak mengabaikan kebiasaan ini dan menjadikannya sebagai alarm tubuh yang sedang mengalami gangguan, baik secara fisik maupun mental.*
(km/J006)
JAKARTA Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra, menegaskan bahwa Presiden ke6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Part
POLITIK
JAKARTA WhatsApp terus memoles pengalaman penggunanya di iOS. Kali ini, aplikasi milik Meta Platforms itu menguji desain baru untuk pemu
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo resmi menyerahkan jabatannya sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI di Mabes
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Pusat Penerangan TNI, Aulia Dwi Nasrullah, memastikan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) telah diserahkan se
HUKUM DAN KRIMINAL
SAMOSIR Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Samosir, Rabu (25/3/2026),
PEMERINTAHAN
PEKANBARU Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Rahadi WangsapermanaDALAM lanskap peperangan modern, superioritas teknologi tidak lagi menjadi jaminan mutlak kemenangan. Konflik yang
OPINI
PADANGSIDIMPUAN Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Dr. Wira Prayatna, secara resmi menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Badan Narkoti
NASIONAL
BADUNG Kantor Imigrasi Ngurah Rai menegaskan kualitas pelayanan kemigrasian bagi masyarakat di Bali, baik Warga Negara Indonesia (WNI) m
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) mengingatkan potensi kompleksitas hukum dalam penanganan kasus penyiraman air keras terhadap
HUKUM DAN KRIMINAL