PADANGSIDIMPUAN – Tahun 2025 ini, Pemko Padangsidimpuan menyiapkan Rp 10,5 miliar untuk menggenjot capaian Universal Health Coverage (UHC). Ini sekaligus upaya optimalisasi pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2022.
Bahkan, untuk tahun 2025, jumlah penduduk yang tercover UHC sudah mencapai 98%. Dengan pencapaian ini, BPJS Kesehatan menetapkan Kota Padangsidimpuan dengan predikat UHC Prioritas (non cut off).
Kadis Kesehatan Pemko Padangsidimpuan, Balyan Siregar SKM, M.Kes mengungkapkan, pihaknya sudah mengkalkulasi capaian tersebut. "Jadi warga tinggal bawa KTP dan KK berobat ke Puskesmas atau ke rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. Dan program ini sudah jalan," kata Balyan Siregar.
Balyan melanjutkan, Pemko memprioritaskan untuk pembiayaan pengobatan dan layanan kesehatan untuk warga kurang mampu. Pemko juga terus berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk mengurai hambatan (bottle neck).*