BREAKING NEWS
Sabtu, 18 April 2026

Isu Food Tray MBG Mengandung Lemak Babi, BGN Klarifikasi

Abyadi Siregar - Rabu, 27 Agustus 2025 11:52 WIB
Isu Food Tray MBG Mengandung Lemak Babi, BGN Klarifikasi
Siswa mengumpulkan food tray usai menyantap makanan program MBG di SD Negeri 1 Kranji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (10/1/2025). (foto: FADLAN MUKHTAR ZAIN/Kompas)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) merespons isu yang beredar terkait dugaan kandungan lemak babi pada food tray (wadah makanan) yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Isu ini mencuat setelah laporan investigasi salah satu media menyebutkan bahwa food tray yang diimpor dari Tiongkok diduga dilapisi cairan berbahan lemak babi, namun tetap berlabel SNI dan belum bersertifikat halal.

Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

"Sedang dipelajari dan dicek," ujar Dadan saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Sementara itu, Juru Bicara BGN, Redy Hendra Gunawan, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti atau fakta yang menunjukkan bahwa food tray yang digunakan mengandung unsur tidak halal.

"Saya belum menemukan fakta bahwa food tray yang digunakan oleh mitra BGN mengandung kandungan lemak babi. Baiknya diuji oleh BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) saja," jelas Redy kepada wartawan.

Redy juga menjelaskan bahwa kebutuhan food tray untuk program MBG memang sebagian besar masih dipenuhi melalui impor, karena keterbatasan kapasitas produsen dalam negeri.

"Karena produsen dalam negeri tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan sampai akhir tahun ini, maka pengadaan dilakukan melalui mitra luar negeri seperti dari China, Jepang, dan Korea Selatan," tambahnya.

Sebelumnya, laporan menyebut food tray MBG diduga diproduksi di Tiongkok dan mengandung zat pelapis berbahan dasar lemak hewani, namun tetap beredar di Indonesia dengan label SNI.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama yang mengedepankan prinsip konsumsi halal.

Menanggapi hal ini, Redy menyatakan BGN terbuka terhadap evaluasi dan pengujian produk, serta mendorong pihak berwenang seperti BPJPH untuk melakukan uji laboratorium secara independen.

BGN juga memastikan bahwa mereka berkomitmen menjaga transparansi dan integritas dalam pengadaan barang dan layanan untuk program nasional MBG, khususnya yang berkaitan langsung dengan konsumsi anak-anak sekolah.*

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru