JAKARTA - Pernahkah Anda merasa tiba-tiba bengong dengan tatapan kosong dan pikiran melayang? Kebiasaan ini sering dianggap wajar, terutama saat lelah atau melamun. Namun, apakah sering bengong bisa menjadi tanda gangguan mental?
Menurut para ahli, bengong sesekali sebenarnya adalah hal normal. Saat pikiran melayang, otak sedang memproses informasi, memulihkan energi, atau bahkan meningkatkan kreativitas. Namun, jika bengong terjadi terlalu sering dan mengganggu aktivitas sehari-hari, hal ini perlu diwaspadai.Psikolog menjelaskan bahwa kebiasaan bengong berlebihan dapat menjadi gejala sejumlah gangguan mental seperti:
Depresi, yang membuat penderitanya kehilangan fokus dan kesulitan konsentrasi.Gangguan kecemasan, di mana rasa cemas berlebih membuat seseorang terjebak dalam pikirannya sendiri.
ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), dengan tanda sulit fokus dan mudah melamun.Epilepsi absence, kondisi medis yang menyebabkan penderitanya terlihat bengong beberapa detik tanpa sadar.
Kapan Harus Waspada?
Bila bengong sangat sering hingga mengganggu pekerjaan, disertai kehilangan kesadaran sesaat, pikiran kosong yang berbarengan dengan rasa sedih atau cemas berlebihan, serta kesulitan kembali fokus, sebaiknya segera konsultasikan ke tenaga medis atau psikolog.Cara Mengatasi Kebiasaan Bengong
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi kebiasaan bengong berlebihan antara lain:Tidur cukup agar otak tetap segar.
Latihan mindfulness untuk melatih fokus.Mengatur stres melalui olahraga, meditasi, atau hobi.
Konsultasi profesional jika bengong sudah mengganggu aktivitas.Sering bengong bukan berarti langsung mengalami gangguan mental, namun jika terjadi terus menerus dan mengganggu keseharian, hal itu bisa menjadi sinyal penting bagi kesehatan mental dan fisik. Deteksi dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan tepat waktu.*