BREAKING NEWS
Minggu, 20 September 2026

Kolaborasi Polda dan BBPOM Satukan Langkah Lawan Obat Ilegal dan Kosmetik Berbahaya

T.Jamaluddin - Rabu, 08 Oktober 2025 09:59 WIB
Kolaborasi Polda dan BBPOM Satukan Langkah Lawan Obat Ilegal dan Kosmetik Berbahaya
Kapolda Aceh Melakukan Pertemuan Dengan BBPOM Dalam Melakukan Pengawasan Terhadap Obat dan Makanan di RuangKkerja Kapolda, Selasa (7/10/2025). (Foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, menerima audiensi Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh, Riyanto, beserta jajaran di ruang kerja Kapolda, Selasa (7/10/2025).

Pertemuan tersebut membahas upaya memperkuat sinergi antara Polda Aceh dan BBPOM dalam mengawal keamanan obat dan makanan yang beredar di masyarakat.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk melindungi kesehatan publik dari peredaran produk berisiko, seperti obat tanpa izin edar dan kosmetik ilegal.

Baca Juga:

Kapolda Aceh menegaskan bahwa pengawasan terhadap obat dan makanan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

"Keamanan pangan dan obat-obatan adalah bagian dari ketahanan nasional. Ketika masyarakat merasa aman mengonsumsi produk yang beredar, maka kesehatan dan produktivitas mereka juga terjamin," ujar Marzuki, abituren Akabri 1991 itu.

Melalui kerja sama tersebut, Polda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom yang memastikan setiap produk yang dikonsumsi warga Aceh aman, sehat, dan layak edar.

Sementara itu, Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan jajaran Polda Aceh dalam berbagai kegiatan pengawasan bersama.

"Kami berharap sinergi ini semakin ditingkatkan, baik melalui operasi terpadu, pertukaran informasi, maupun edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha," ujarnya.

Riyanto menjelaskan bahwa kolaborasi antara BBPOM dan Polda Aceh akan mencakup langkah preventif dan represif, mulai dari deteksi dini, sosialisasi, hingga penindakan terhadap pelanggaran peredaran obat, makanan, dan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya atau menyalahi ketentuan label dan komposisi.

Sinergi lintas lembaga ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan di Aceh sekaligus memberikan jaminan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat.*

(mt)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
TikTok Resmi Aktif Lagi, Komdigi Cabut Pembekuan dan Siapkan Pengawasan Lebih Ketat
DLH Bandar Lampung Bergerak Cepat Usai Muncul Dugaan Limbah Dapur MBG di Sukarame
BMA dan Unicef Gelar FGD Bahas Ranpergub Pengawasan Perwalian di Aceh
Wamen Haji Sebut Kebocoran Anggaran Haji Capai Rp 5 Triliun per Tahun, Gandeng Kejaksaan Awasi Proses
Anggota DPRD DKI: Program Makan Bergizi Gratis Perlu Dievaluasi, Bukan Dihentikan
Viral! Dana Desa Esiwa Segera Dicairkan Tahun 2025, Namun Ada Persoalan Besar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru