MEDAN – Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang sangat penting bagi tubuh manusia.
Selain berperan dalam membentuk dan memperbaiki jaringan, protein juga memegang peranan vital dalam sistem kekebalan tubuh, produksi hormon, hingga fungsi otak.
Namun, kekurangan asupan protein dapat menimbulkan sejumlah gejala yang sering kali luput dari perhatian.
Mengutip Times of India, berikut enam tanda umum yang menunjukkan tubuh kekurangan protein:
1. Rambut Rapuh, Kuku Tipis, dan Kulit Kusam Rambut, kuku, dan kulit membutuhkan keratin serta kolagen, dua jenis protein, untuk tetap sehat dan kuat.
Saat tubuh kekurangan protein, sisa cadangan akan dialihkan untuk mendukung fungsi organ vital, sehingga penampilan fisik menjadi salah satu yang pertama terdampak.
2. Otot Melemah dan Mudah Lelah Otot menyimpan cadangan protein tubuh. Dalam kondisi defisit, tubuh akan memecah jaringan otot demi mempertahankan fungsi-fungsi penting.
Akibatnya, individu akan merasa lemah, cepat lelah, dan kesulitan menjalani aktivitas fisik ringan sekalipun.
3. Pembengkakan dan Edema Protein albumin dalam darah berfungsi menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Jika kadarnya menurun drastis, cairan akan merembes ke jaringan tubuh dan menyebabkan pembengkakan, terutama di bagian pergelangan kaki, telapak kaki, hingga perut.
4. Daya Tahan Tubuh Menurun Protein berperan penting dalam produksi antibodi serta proses regenerasi sel-sel tubuh.
Kekurangan protein membuat sistem imun rentan melemah, meningkatkan risiko infeksi, penyakit, serta memperlambat proses penyembuhan luka.
5. Gangguan Kognitif dan Mood Neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin dibuat dari asam amino, yang merupakan komponen dasar protein.
Ketika asupan protein minim, produksi neurotransmiter terganggu. Ini dapat memicu brain fog, kecemasan, iritabilitas, serta gangguan konsentrasi.
6. Rasa Lapar Berlebih dan Nafsu Makan Tinggi Protein memiliki peran dalam menstimulasi hormon kenyang.
Ketika tubuh kekurangan protein, perasaan kenyang berkurang, sehingga keinginan untuk makan lebih sering muncul, terutama makanan tinggi karbohidrat dan lemak.
Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko menyebabkan penambahan berat badan dan perlambatan metabolisme akibat kehilangan massa otot.
Kebutuhan protein setiap orang berbeda, tergantung usia, jenis kelamin, berat badan, dan aktivitas fisik.
Namun secara umum, angka kecukupan gizi (AKG) menunjukkan bahwa orang dewasa memerlukan sekitar 0,8–1 gram protein per kilogram berat badan per hari.
Sumber protein dapat diperoleh dari makanan hewani seperti telur, daging, ikan, susu, serta sumber nabati seperti kacang-kacangan, tahu, tempe, dan quinoa.
Untuk menjaga kesehatantubuh secara optimal, pastikan asupan protein harian tercukupi dan seimbang.*