"Jangan Sekadar Silaturahmi, Foto-Foto, Pulang," Wawali Medan Janji Naikkan Hibah untuk Veteran
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan berkomitmen memperkuat perhatian dan dukungan kepada para veteran sebagai bentuk penghormatan atas jas
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Sebuah penelitian terbaru dari University of Cambridge mengungkap fase-fase penting perkembangan otak manusia yang berlangsung sejak lahir hingga usia lanjut.
Temuan yang dipublikasikan dalam Nature Communications itu menunjukkan bahwa otak tidak berkembang secara linier, melainkan melalui titik-titik perubahan besar yang terjadi pada usia 9, 32, 66, dan 83 tahun.
Penelitian yang melibatkan sekitar 4.000 partisipan berusia hingga 90 tahun ini memindai pola konektivitas sel otak untuk melihat bagaimana jaringan saraf memperkuat atau melemah seiring waktu.
"Otak terus melakukan penyesuaian ulang sepanjang hidup. Ia tidak bekerja secara stabil, melainkan mengalami fase fluktuatif yang menjadi momen-momen restrukturisasi besar," kata Dr. Alexa Mousley.
Pada periode awal kehidupan, otak tumbuh sangat cepat. Ribuan koneksi baru terbentuk, meski banyak di antaranya kemudian dipangkas karena dinilai tidak efisien.
Para peneliti menggambarkan cara kerja otak anak seperti seseorang yang berjalan santai di taman—mengamati, mengeksplorasi, dan menyerap sebanyak mungkin rangsangan.
Fase ini menjadi fondasi penting bagi perkembangan kecerdasan melalui pengalaman sensorik, interaksi sosial, dan stimulasi lingkungan.
Perubahan besar pertama terjadi pada usia sembilan tahun, momen yang disebut para ahli sebagai "pergeseran paling drastis".
Pada fase ini otak mulai bekerja lebih cepat dan teratur, seiring berkurangnya koneksi saraf yang tidak digunakan dan menguatnya jalur-jalur penting.
Namun, periode ini juga menjadi masa paling rentan terhadap gangguan kesehatan mental. Menariknya, penelitian Cambridge menemukan bahwa batas akhir masa remaja ternyata lebih panjang dari anggapan umum.
Efisiensi otak baru mencapai puncaknya pada awal usia 30-an, menandai masa ketika kemampuan kognitif berada pada performa terbaik.
Temuan ini menguatkan sejumlah studi fungsi otak yang menunjukkan bahwa performa optimal—mulai dari kecepatan pemrosesan hingga kemampuan memecahkan masalah—mencapai titik tertinggi pada rentang usia tersebut.*
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan berkomitmen memperkuat perhatian dan dukungan kepada para veteran sebagai bentuk penghormatan atas jas
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan berkomitmen mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendorong agar program
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan Pemerintah Kota (Pemko) Medan akan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Polda Metro Jaya menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus tantangan hafalan AlQur&039an berhadiah minuman beralko
HUKUM DAN KRIMINAL
KARO Ratusan murid dari lima sekolah di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan bergizi gra
PERISTIWA
JAKARTA Ketua DPD RI Sultan B. Najamuddin memastikan tidak akan ada lagi lagu yang dapat memicu anggota DPR maupun DPD berjoget dalam Si
POLITIK
JAKARTA Tim kuasa hukum Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menyiapkan sejumlah bukti, saksi, hingga ahli untuk menghadapi sidang
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mendorong masyarakat beralih dari motor berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik. Menurutnya, penggu
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi kemiskinan yang masih dihadapi sebagian masyarakat Indonesia. Meski hidup dalam kete
NASIONAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menutup secara permanen 504 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah hingga 10 Agustus 2026
NASIONAL