BREAKING NEWS
Kamis, 13 Agustus 2026

'Ini Urusan Nyawa Anak,' BGN Tutup Permanen 504 Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar Sanitasi

Dharma - Kamis, 13 Agustus 2026 18:20 WIB
'Ini Urusan Nyawa Anak,' BGN Tutup Permanen 504 Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar Sanitasi
Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan, pihaknya telah menutup 504 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 10 Agustus 2026 (Foto: Achmad Al Fiqri)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup secara permanen 504 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah hingga 10 Agustus 2026. Penutupan dilakukan karena dapur-dapur tersebut dinilai tidak memenuhi standar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pihaknya menerima laporan dari Dinas Kesehatan di berbagai daerah melalui Kementerian Kesehatan.

"Per tanggal 10 kemarin, ada 504 dapur menurut laporan dari Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia yang dilaporkan melalui Kementerian Kesehatan," kata Sudaryono di Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga:

Menurut Sudaryono, ratusan dapur tersebut dinyatakan tidak memenuhi persyaratan sanitasi dan higiene. Karena itu, BGN memilih menutupnya secara permanen.

"Karena dinyatakan tidak layak untuk kemudian secara sanitasi dan higienisnya tidak layak sehingga kami tutup permanen 504 dapur per tanggal 10 kemarin," ujarnya.

Di sisi lain, Sudaryono menyebut terdapat sekitar 3.000 dapur MBG yang telah mengajukan permohonan penerbitan SLHS. Permohonan tersebut saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan di masing-masing daerah.

Sudaryono menegaskan aspek keamanan dan kebersihan dapur MBG tidak bisa ditawar. Menurutnya, standar sanitasi berkaitan langsung dengan keselamatan penerima manfaat, terutama anak-anak.

"Manakala dia tidak layak maka mohon maaf, ini urusan nyawa seseorang, urusan nyawa anak-anak kita, itu tidak bisa kita toleransi lagi. Itu terkait SLHS," tegasnya.

BGN pun meminta pemerintah daerah ikut mempercepat proses pemeriksaan dan penerbitan SLHS bagi dapur MBG yang memenuhi persyaratan.

Hal tersebut karena proses pemeriksaan sertifikasi dilakukan oleh Dinas Kesehatan di daerah. BGN berharap kepala daerah dapat mendorong jajarannya agar proses tersebut berjalan lebih cepat tanpa mengabaikan standar yang telah ditetapkan.

"Yang melaksanakan adalah dinas kesehatan sehingga kami memohonkan kepada kepala daerah untuk bisa membantu mendorong supaya ini bisa dipercepat," kata Sudaryono.

Penutupan ratusan dapur MBG tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis, khususnya dari sisi keamanan pangan, sanitasi, dan higiene.* (in/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Usai Kasus Keracunan, Mendagri Minta Kepala Daerah Permudah Izin Dapur MBG
Meski Hanya Sayur yang Bau, BGN Wajibkan Seluruh Paket MBG Tak Dikonsumsi
Gandeng Kejagung, Sahroni Yakin BGN Makin Baik di Tangan Sudaryono
Sengaja Lontarkan Mitos Telur Bikin Bisul, Kepala BGN: Biar Ahli Gizi Angkat Bicara
Usai Kasus Korupsi MBG, Kepala BGN Baru Temui Jaksa Agung Minta Pendampingan Hukum
Kepala BGN Sudaryono ke Kejagung Hari Ini, Ada Apa?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru