BREAKING NEWS
Minggu, 06 September 2026

Turunkan Angka Kematian Maternal dan Neonatal, Deli Serdang Perkuat Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi dengan Stiker Merah dan Ambulans Siaga

Abyadi Siregar - Kamis, 08 Januari 2026 19:35 WIB
Turunkan Angka Kematian Maternal dan Neonatal, Deli Serdang Perkuat Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi dengan Stiker Merah dan Ambulans Siaga
Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektor dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Maternal dan Neonatal, di Aula RSUD Drs H Amri Tambunan, Kamis, 8 Januari 2026. (Foto Diskominfostan Deli Serdang)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DELI SERDANG – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memperkuat strategi penurunan angka kematian ibu dan bayi dengan program pendampingan khusus bagi ibu hamil berisiko tinggi.

Salah satu inovasi terbaru adalah penandaan rumah ibu hamil dengan stiker merah, sebagai identifikasi prioritas pelayanan kesehatan.

Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, menegaskan bahwa ibu hamil berisiko tinggi akan mendapat perhatian ekstra, mulai dari jadwal pemeriksaan Antenatal Care (ANC), pendampingan oleh kader, hingga penjemputan menjelang persalinan jika diperlukan.

Baca Juga:

"Terutama bagi ibu-ibu dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, intervensi pemerintah harus hadir," kata Bupati saat membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektor Penurunan Angka Kematian Maternal dan Neonatal di RSUD Drs H Amri Tambunan, Kamis (8/1).


Program ini melibatkan sekitar 2.900 anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK), didukung unsur PKK, bidan desa, kader KB, dan kader Posyandu. Bupati menekankan pentingnya integritas para kader.

"Tidak boleh ada kader yang hanya ingin menerima honor tanpa bekerja. Kita butuh orang yang benar-benar mau turun ke lapangan dan peduli," ujarnya.


Selain itu, Bupati menekankan pelayanan rujukan ibu dan bayi berisiko harus dilakukan secara cepat dan proaktif.

Puskesmas maupun rumah sakit diminta tidak menunggu, tetapi segera menjemput pasien menggunakan ambulans bila diperlukan.

"Ini perintah. Jika tidak dilaksanakan, akan ada sanksi. Kita ingin tidak ada lagi keterlambatan penanganan yang berujung pada kematian ibu dan bayi," tegasnya.

Bupati berharap sepanjang 2026, angka kematian maternal dan neonatal serta stunting di Deli Serdang mengalami penurunan signifikan.

Ia juga menekankan agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) keluar dari zona nyaman dan bekerja sungguh-sungguh demi masyarakat.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
RSUD Drs H Amri Tambunan Kini Miliki Layanan Kemoterapi, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Kanker di Deli Serdang
Wabup Simalungun Pimpin Rakor Program Makan Bergizi Gratis, Pastikan Pelaksanaan Tepat Sasaran
Membaca Mens Rea: Komedi dan Kritik Sosial
Kakanwil Kemenkumham Bali Hadiri Pelantikan 77 Pejabat Imigrasi, Perkuat Zona Integritas Menuju WBK-WBBM
Pemungutan Parkir RSUD Djoelham Binjai Dinonaktifkan, Inspektorat Diminta Telusuri Dalangnya
INALUM Menapaki Usia Emas 50 Tahun, Meneguhkan Eksistensi di Industri Aluminium Nasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru