Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Oleh: Yakub F. Ismail
RUANG publik (public sphere) sejatinya memang diperuntukkan bagi percakapan mengenai perkara dan kepentingan masyarakat.
Sejak awal, fungsi ruang publik memang untuk membahas hal-hal yang bersifat kepublikan. Di sana, tidak ada yang namanya tirai pembatas antara satu urusan dengan urusan yang lain, ketika itu berkaitan dengan masalah sosial.
Baca Juga:
Kaitannya dengan itu, acara stand-up comedy sebagai bagian dari pertunjukan di ranah (ruang) publik, harus dilihat dalam konteks yang sama: sama-sama menjalankan fungsi sebagai ruang diskursif sosial.
Namun, belakangan ini, acara yang sejauh ini tidak banyak mengundang refleksi maupun pertanyaan bernada curiga, mulai dipertanyakan sebagian pihak.
Terlebih, pertunjukan komedi yang dinakhodai langsung oleh seorang comedian ternama Tanah Air, Pandji Pragiwaksono lewat program acara "Mens Rea" dinilai mengusik beberap pihak.
Siapapun tahu ketika menyaksikan acara tersebut dengan seksama. Di sana, tidak hanya tawa yang terdengar, tapi juga serangkaian kritik yang dibungkus dengan narasi yang sarat makna dan politik.
Iya, sebagaimana publik mengenalnya sebagai seorang yang cukup kritis, Pandji selama ini memang terkenal sangat satire dan penuh kekritisan dalam mempersoalkan beragam permasalahan publik.
Tak jarang, pertunjukan komedinya disertai dengan kritik-kritik halus, namun tajam menghujam kepada mereka yang menjadi target utama.
Lantas, bagaimana menyikapi esensi dari pertunjukan tersebut?
Esensi Komedi
Tidak ada tafsir tunggal mengenai apa yang menjadi esensi dari stand-up comedy itu sendiri. Namun, masyarakat tahu bahwa salah satu tujuan komedi adalah hiburan.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.