BREAKING NEWS
Rabu, 04 Maret 2026

Anggaran Rp3 Miliar Digelontorkan, Tapi Kunjungan Pasien Puskesmas Susua Tak Bertambah: Ada Apa?

Daniel Simanjuntak - Rabu, 04 Maret 2026 20:24 WIB
Anggaran Rp3 Miliar Digelontorkan, Tapi Kunjungan Pasien Puskesmas Susua Tak Bertambah: Ada Apa?
Gedung Puskesmas Susua, Kabupaten Nias Selatan. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

NIAS SELATAN – Aliran anggaran operasional ke Puskesmas Susua, Kabupaten Nias Selatan, tercatat meningkat dalam dua tahun terakhir.

Dana yang bersumber dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) itu melampaui Rp3 miliar sepanjang 2022 hingga 2023.

Namun, di tengah peningkatan tersebut, angka kunjungan pasien tercatat relatif stagnan.

Baca Juga:

Berdasarkan laporan keuangan pemerintah daerah, pendapatan JKN Puskesmas Susua pada 2022 tercatat sebesar Rp329.273.700.

Setahun kemudian, jumlah itu naik menjadi Rp509.593.037.

Selain dana JKN, fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut juga menerima Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dengan nilai sekitar Rp1,2 miliar per tahun dan tingkat realisasi anggaran mendekati 100 persen.

Jika digabungkan, total dana operasional yang dikelola pada 2022 diperkirakan sekitar Rp1,5 miliar. Pada 2023 jumlahnya meningkat menjadi sekitar Rp1,7 miliar.

Di sisi lain, tingkat kunjungan pasien tidak menunjukkan lonjakan signifikan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, rata-rata kunjungan pasien pada 2022 berada di kisaran 40 orang per bulan.

Pada 2023, jumlah tersebut sedikit menurun menjadi sekitar 38 orang per bulan. Dengan angka itu, jumlah pasien per hari kerja tergolong terbatas.

Data pengelolaan dana JKN juga memperlihatkan kenaikan pada komponen belanja barang dan jasa. Pada 2022 tercatat sebesar Rp76.838.650, kemudian meningkat menjadi Rp160.451.200 pada 2023.

Belanja modal juga tercatat dalam dua tahun berturut-turut, yakni Rp54.870.710 pada 2022 dan Rp43.385.787 pada 2023.

Umumnya, belanja modal digunakan untuk pengadaan peralatan atau aset yang mendukung pelayanan kesehatan.

Sebagai fasilitas kesehatan di wilayah dengan tantangan geografis, kinerja pelayanan tidak sepenuhnya dapat diukur dari jumlah kunjungan pasien di dalam gedung.

Puskesmas memiliki tanggung jawab menjalankan kegiatan promotif dan preventif, seperti kunjungan ke desa-desa, program kesehatan ibu dan anak, imunisasi, serta penyuluhan kesehatan masyarakat.

Meski demikian, dengan dana operasional yang mencapai miliaran rupiah dalam dua tahun terakhir, publik berharap adanya transparansi lebih rinci mengenai jenis kegiatan yang dilaksanakan serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Redaksi telah berupaya menghubungi mantan Kepala Puskesmas Susua, F Laia, yang menjabat pada 2022–2023 dan memasuki masa purna tugas pada 2024.

Namun hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Copot Kadis Pertanian BatuBara, Diduga Proyek Irigasi Abal Abal Sei Mataram Disorot DPRD Gerindra.
Diduga Mark-Up & Abaikan Juknis! Menu MBG SDN 02 Kampung Lalang Kembali Picu Polemik
Ketika Uang Negara Berakhir di Jamban melalui Program Makan Bergizi Gratis
Jawaban Pedas Habiburokhman: PDIP Kritik MBG, Debat Sama Buya Said Abdullah Dulu!
Putri Koster Tinjau Persiapan Bimtek Kader Posyandu, Pastikan Pelayanan Optimal di Bali
Bendungan Rp144 Juta di Siharang Karang Diduga Bocor dan Tanpa Pondasi, Polres Padangsidimpuan Periksa Tomas Lembah Lubuk Manik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru