AIGMI menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa sistem instalasi gas medik kepada RSUD Muda Sedia, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Acara tersebut dihadiri jajaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, perwakilan UPT Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Jakarta dan Medan, pemerintah daerah, manajemen rumah sakit, serta pengurus dan anggota AIGMI dari berbagai wilayah di Indonesia.
Bantuan yang disalurkan bernilai sekitar Rp1,16 miliar.
Donasi itu merupakan hasil kolaborasi sejumlah perusahaan anggota AIGMI yang bergerak di bidang instalasigas medik dan alat kesehatan.
Paket bantuan mencakup perbaikan instalasi jaringan gas medik serta penyediaan berbagai peralatan penting, di antaranya sistem sentral kompresor gas medik, sentral vakum medik, perbaikan sistem manifold oksigen dan N2O, perbaikan jaringan instalasigas medik, serta puluhan unit flowmeter dan suction regulator.
Penempatan peralatan tersebut dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan pelayanankesehatan di daerah terdampak bencana yang dilakukan Kementerian Kesehatan bersama pemerintah daerah dan pihak rumah sakit.
Ketua Umum AIGMI, Deviatri Syam, mengatakan instalasigas medik merupakan salah satu infrastruktur vital dalam pelayanan rumah sakit karena berperan langsung dalam mendukung layanan medis di ruang ICU, ruang operasi, hingga instalasi gawat darurat.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu fasilitas kesehatan di AcehTamiang memberikan pelayanan medis yang lebih optimal, terutama dalam kondisi darurat maupun pelayanan yang membutuhkan dukungan sistem gas medik yang andal.
Kegiatan pemulihan fasilitas kesehatan ini juga melibatkan sejumlah asosiasi kesehatan lainnya, seperti ASPAKI, GAKESLAB Indonesia, HIPELKI, ALFAKES, dan GPFI.
Direktur RSUD Muda SediaAcehTamiang, dr. Andika Putra, Sp.PD, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan AIGMI dan para anggotanya.
Menurut dia, sistem instalasigas medik merupakan fasilitas penting dalam menunjang pelayanan medis rumah sakit.
"Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh AIGMI. Sistem instalasigas medik ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanankesehatan bagi masyarakat," ujarnya.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Lucia Rizka Andalusia, juga mengapresiasi kontribusi AIGMI dalam memperkuat fasilitas kesehatan di daerah terdampak bencana.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi profesi menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pelayanankesehatan nasional, terutama dalam situasi pemulihan pascabencana.
Menurut organisasi tersebut, instalasigas medik merupakan sistem kritis yang berkaitan langsung dengan keselamatan pasien karena digunakan dalam berbagai layanan medis seperti terapi oksigen, perawatan intensif, hingga tindakan operasi.
AIGMI menilai instalasigas medik bukan sekadar jaringan pipa atau peralatan teknis, melainkan bagian dari sistem penunjang hidup dalam pelayanankesehatan modern.
Organisasi tersebut juga mendorong seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, fasilitas pelayanankesehatan, asosiasi profesi, serta industri alat kesehatan, untuk memperkuat pengawasan dan standardisasi instalasigas medik di Indonesia.
"K eselamatan pasien harus menjadi prioritas utama. Dengan penerapan standar instalasigas medik yang baik, kita dapat memastikan sistem ini bekerja secara aman dan dapat diandalkan dalam mendukung pelayanankesehatan di rumah sakit," ujar Deviatri.
Setelah prosesi serah terima donasi, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan ruang ICU dan ruang sentral instalasigas medik di RSUD Muda SediaAcehTamiang, serta diakhiri dengan sesi foto bersama antara pihak rumah sakit, Kementerian Kesehatan, dan AIGMI.*
(ad)
Editor
: Adelia Syafitri
Perkuat Layanan Kesehatan Pascabencana, AIGMI Donasikan Sistem Instalasi Gas Medik ke RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang