JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk menghentikan sementara operasional 62 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama bulan Ramadhan 2026.
Penutupan sementara ini menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat yang tersebar di media sosial terkait kualitas makanan yang disajikan.
"Sejak awal Ramadhan, ada sekitar 62SPPG yang kami hentikan sementara karena kualitas menu yang tidak baik. Masyarakat mulai mengeluh, dan hal tersebut menjadi viral," ungkap Dadan Hindayana dalam keterangannya pada Kamis (19/3/2026).
Dadan menjelaskan, laporan yang beredar mayoritas menyebutkan bahwa kualitas menu yang diberikan sangat minimalis dan tidak sesuai dengan standar pemenuhan gizi yang seharusnya.
Meskipun demikian, ia menekankan bahwa hanya sebagian kecil SPPG yang bermasalah, sedangkan mayoritas pelaksana program sudah melaksanakan tugas dengan baik.
"Fenomena ini bukan gambaran keseluruhan. Sebagian besar program berjalan dengan baik, sementara sebagian kecil kasus menjadi sorotan publik," tambahnya.
Ia juga memberikan apresiasi atas pengawasan aktif yang dilakukan oleh masyarakat terhadap pelaksanaan program ini.
Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam memastikan bahwa kualitas gizi yang diberikan tetap terjaga selama Ramadhan.
"Masyarakat yang terus mengawasi program ini berperan sangat besar. Dengan adanya laporan yang viral, kami bisa dengan cepat mendeteksi dan menindaklanjuti kasus-kasus yang kurang baik," kata Dadan.
BGN berharap dengan adanya penutupan sementara 62SPPG ini, kualitas program MBG di seluruh Indonesia bisa terus terjaga, dan masyarakat dapat memperoleh makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan gizi selama bulan puasa.*
(k/dh)
Editor
: Adam
62 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dihentikan Sementara Selama Ramadhan, Ini Penyebabnya