Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
MEDAN — Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Medan untuk memperkuat peran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Bachtiar Djafar sebagai pusat layanan kesehatan utama di kawasan Medan Utara.
Pernyataan tersebut disampaikannya setelah melakukan silaturahmi dengan jajaran rumah sakit dan kepala puskesmas di wilayah Medan bagian Utara, Kamis (2/4).
Zakiyuddin menilai keberadaan RSUD Bachtiar Djafar sangat strategis, mengingat lokasinya yang dekat dengan sejumlah kecamatan di Medan Utara, seperti Medan Belawan, Labuhan, Deli, dan Marelan.Baca Juga:
"Kita berharap rumah sakit ini bisa menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di Medan Utara," ungkapnya.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh RSUD Bachtiar Djafar saat ini adalah terbatasnya jumlah dokter spesialis.
Untuk itu, Pemko Medan berencana untuk mendorong pemerataan tenaga medis dengan membuka peluang kerja sama dengan dokter non-ASN melalui sistem kontrak.
"Kami harap dokter-dokter spesialis mau ikut berperan membantu masyarakat Medan Utara. Jika kekurangan tenaga medis dari internal, kami akan mengundang tenaga medis dari luar dengan sistem kontrak," jelas Zakiyuddin.
Dalam upaya tersebut, Pemko Medan juga telah berkoordinasi dengan RSUD Dr. Pirngadi, untuk mendukung penguatan layanan di RSUD Bachtiar Djafar, yang terletak di Jalan K.L Yos Sudarso, Km 18,5, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan.
Zakiyuddin menekankan bahwa keberadaan dokter spesialis yang menetap sangat penting untuk memastikan pelayanan yang optimal di rumah sakit tersebut.
"Kita harapkan dokter spesialis bisa menetap di Bachtiar Djafar. Jangan sampai dokter hanya datang dan pergi, karena hal itu akan mengganggu pelayanan. Idealnya, ada beberapa dokter dengan spesialisasi yang sama," ujarnya.
Zakiyuddin juga menyoroti bahwa beberapa fasilitas di RSUD Bachtiar Djafar, seperti ruang bedah, belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan tenaga dokter spesialis.
"Ruang bedah ini sayang kalau tidak dimanfaatkan. Kami akan bicarakan dengan Wali Kota untuk memprioritaskan penempatan dokter bedah di sini," tambahnya.
Selain itu, Zakiyuddin juga mengakui bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Bachtiar Djafar masih perlu ditingkatkan.
Untuk itu, ia mendorong manajemen rumah sakit untuk terus membenahi fasilitas dan kualitas layanan agar masyarakat semakin yakin untuk berobat di rumah sakit tersebut.
"Kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Bachtiar Djafar harus kita bangun. Jika fasilitasnya lengkap dan dokter-dokternya ada, saya yakin masyarakat akan semakin percaya dan datang berobat di sini," jelas Zakiyuddin, menutup pernyataan.
Pemko Medan berharap dengan penguatan layanan dan fasilitas di RSUD Bachtiar Djafar, rumah sakit tersebut bisa lebih optimal melayani masyarakat di kawasan Medan Utara dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap kesehatan publik.*
(ad)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL