BREAKING NEWS
Sabtu, 11 April 2026

Sumut Hadapi Tantangan Kekurangan Dokter Spesialis, Ini Langkah Pemprov

Abyadi Siregar - Sabtu, 11 April 2026 07:37 WIB
Sumut Hadapi Tantangan Kekurangan Dokter Spesialis, Ini Langkah Pemprov
Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap saat membuka 2nd Sumatera Anesthesiology Update (SA-Note) yang dirangkaikan dengan 3rd NSCEACC 2026 di Hotel Adimulia, Medan, Jumat, 10 April 2026. (foto: Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap menekankan pentingnya pemerataan distribusi tenaga medis, khususnya dokter spesialis, hingga ke wilayah terpencil dan kepulauan seperti Nias.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan sebagai fondasi pembangunan manusia di daerah.

Pernyataan itu disampaikan Sulaiman saat membuka 2nd Sumatera Anesthesiology Update (SA-Note) yang dirangkaikan dengan 3rd North Sumatera Conference on Emergency Anesthesia and Critical Care (NSCEACC) 2026 di Hotel Adimulia, Medan, Jumat, 10 April 2026.

Baca Juga:

"Kita harus mendorong pelayanan kesehatan yang lebih merata, cepat, tepat, dan berkualitas hingga ke seluruh pelosok daerah," ujar Sulaiman.

Ia menyebutkan, bidang anestesiologi dan perawatan kritis memiliki peran vital dalam sistem pelayanan kesehatan.

Menurut dia, dokter spesialis anestesi tidak hanya berperan dalam tindakan operasi, tetapi juga menjadi penentu keselamatan pasien dalam kondisi kegawatdaruratan.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan serius berupa keterbatasan jumlah tenaga spesialis dibandingkan dengan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Senada dengan itu, Ketua III Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PP Perdatin) Bambang Puji Sumedi menilai tantangan dunia medis semakin kompleks.

Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan ilmiah, profesionalisme, dan etika dalam praktik kedokteran.

"Kita sering bekerja dalam situasi dengan waktu sempit, informasi terbatas, dan risiko tinggi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perdatin Sumatera Utara Andriamuri Primaputra Lubis menjelaskan bahwa SA-Note merupakan agenda regional yang digelar setiap tiga tahun.

Kegiatan tahun 2026 ini mengangkat tema peningkatan kualitas pelayanan anestesi di era digital dan inovasi medis.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Warga Binjai Timur Padati Reses Ketua DPRD, Keluhkan BPJS hingga Jalan Rusak
Dimarahi Presiden Prabowo, Menteri PU Tetap Ngebut Bangun Dam Saat Tanggap Darurat
Purbaya Dukung Penyesuaian RBB, Minta Bank Danai Program MBG hingga Koperasi Desa
Seskab Teddy Indra Wijaya Bantah Isu Indonesia Chaos, Tegaskan Stabilitas Nasional Terjaga
Program Bobby Nasution di Nias Berbuah Hasil, Layanan RS Tafaeri Meningkat hingga 1.000 Persen
Gubernur Aceh Muzakir Manaf Lantik Tiga Kepala SKPA, Tekankan Kinerja dan Optimalisasi Anggaran
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru