BREAKING NEWS
Selasa, 26 Mei 2026

Dimarahi Presiden Prabowo, Menteri PU Tetap Ngebut Bangun Dam Saat Tanggap Darurat

Nurul - Jumat, 10 April 2026 21:43 WIB
Dimarahi Presiden Prabowo, Menteri PU Tetap Ngebut Bangun Dam Saat Tanggap Darurat
Menteri Dody meninjau lokasi banjir di Kabupaten Tukka, Tapanuli Tengah, Senin (16/2/2026). (Foto : Humas KemenPU)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir meski dilakukan dalam kondisi tanggap darurat. Keputusan itu diambil demi mencegah dampak bencana yang lebih besar, khususnya di wilayah Sumatera.

Dody mengaku sempat mendapat teguran dari Presiden Prabowo Subianto terkait langkah percepatan pembangunan tersebut. Namun, ia tetap menjalankan proyek karena dinilai mendesak.

"Saya sudah mengaku salah ke Pak Presiden waktu rapat di Sentul. Karena saya terpaksa harus mengerjakan rehabilitasi dan rekonstruksi dalam kondisi tanggap darurat," kata Dody dalam media gathering di Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga:

Menurutnya, percepatan pembangunan dilakukan lantaran risiko banjir susulan masih tinggi. Ia mencontohkan kondisi di Aceh yang kembali dilanda banjir.

"Kalau tidak segera dikerjakan nanti timbul banjir lagi yang lebih parah, dan sekarang terbukti mulai banjir lagi di Aceh," ujarnya.

Kementerian PU saat ini mempercepat pembangunan sabo dam di sekitar 188 titik, termasuk di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Sejumlah proyek bahkan berada di kawasan taman nasional dan telah mendapat dukungan dari Kementerian Kehutanan.

Dody menegaskan langkah tersebut merupakan upaya preventif untuk memperkuat infrastruktur di wilayah rawan bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Beliau sedikit marah, tapi enggak apa-apa karena itu diperlukan," imbuhnya.

Perbaikan Jembatan Dikebut

Selain pembangunan dam, Kementerian PU juga mempercepat perbaikan jembatan di jalur strategis Medan-Banda Aceh. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi logistik menjelang Lebaran 2026.

"Terutama yang terkait logistik apakah BBM, beras, dan seterusnya," jelas Dody.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kasus Korupsi Bekasi, KPK Soroti Dugaan Pembakaran Rumah Saksi
Tingkatkan Efisiensi, BUMN Bakal Satukan 15 Perusahaan Logistik
MBG: Menjaga Kepercayaan Publik
Film Indonesia Tak Sekadar Hiburan, Budi Mulyawan Ungkap Potensi Besar yang Terabaikan
Desa Kembali Terisolir, Aceh Tengah Kembali Tersandera Banjir dan Jembatan Hanyut
Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Aceh Konsolidasi Mutu dan Sosialisasi SPMB, Implementasi 8 SNP Jadi Prioritas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru