BREAKING NEWS
Kamis, 30 April 2026

Tebing Tinggi Klarifikasi Data HIV 698 Kasus Akumulatif, Dinkes Perkuat Strategi STOP dan Skrining Massif 2026

Abyadi Siregar - Kamis, 30 April 2026 09:51 WIB
Tebing Tinggi Klarifikasi Data HIV 698 Kasus Akumulatif, Dinkes Perkuat Strategi STOP dan Skrining Massif 2026
Pemerintah Kota Tebing Tinggi melalui Dinas Kesehatan. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TEBING TINGGI – Pemerintah Kota Tebing Tinggi melalui Dinas Kesehatan meluruskan informasi terkait data HIV/AIDS di wilayahnya. Klarifikasi ini dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman publik terhadap angka kasus yang beredar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi, dr. Fitri Sari Saragih, M.Kes, menjelaskan bahwa berdasarkan data Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA) Kementerian Kesehatan RI sejak 2013 hingga April 2026, jumlah kasus HIV terkonfirmasi di Tebing Tinggi mencapai 698 kasus secara kumulatif.

"Angka tersebut adalah total akumulasi selama 13 tahun, bukan lonjakan kasus baru dalam waktu singkat. Ini perlu diluruskan agar tidak terjadi misinterpretasi," ujar Fitri, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga:

Ia menegaskan, langkah ini sejalan dengan target nasional Ending AIDS 2030 melalui strategi 95-95-95, yakni 95 persen mengetahui status, 95 persen mendapatkan pengobatan, dan 95 persen virus tersupresi.

Skrining Massif dan Deteksi Dini

Pada tahun 2025, Dinas Kesehatan mencatat telah melakukan skrining terhadap 5.932 orang atau 93 persen dari target, dengan temuan 110 kasus baru. Menurut Fitri, capaian ini menunjukkan efektivitas program deteksi dini.

"Kami mengejar skrining agar kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi bisa ditemukan lebih awal. Ini bagian dari strategi STOP HIV," katanya.

Strategi STOP (Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan) disebut menjadi kunci untuk menekan laju penularan dan mempercepat pengobatan.

Layanan Gratis dan Penguatan Pengobatan

Pemerintah Kota Tebing Tinggi memastikan layanan tes HIV (VCT) dan pengobatan ARV diberikan secara gratis di fasilitas kesehatan.

Layanan tersebut meliputi:

- RSUD dr. H. Kumpulan Pane sebagai pusat rujukan utama
- Puskesmas Satria, Rantau Laban, Pabatu, Pasar Gambir, dan Tanjung Marulak
- Dukungan komunitas seperti Yayasan Medan Plus, Charitas PSE, PKBE Sumut, dan YKS

Pemko juga memperkuat strategi notifikasi pasangan, skrining ibu hamil, serta pasien TB untuk memperluas jangkauan deteksi.

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Alarm Serius di Batu Bara! Kasus HIV Meningkat, Narkoba dan Seks Bebas Ancam Generasi Muda
Kasus HIV di Batu Bara Naik, Capai 137 hingga April 2026!
3 Artefak Bersejarah Dipulangkan dari Belanda, Ada Al-Qur’an Teuku Umar
Tekan Penyebaran HIV/AIDS, TP PKK Bali Fokus Edukasi Masyarakat Bersama Yayasan Spirit Paramacita
Ketua Dewan Penasehat MIO Bali dan Tokoh Spiritual Hadiri Prambanan Shiva Festival 2026, Dorong Pariwisata Spiritual Nusantara
Peduli Kesehatan Warga Binaan, Lapas Labuhan Ruku Adakan Cek Kesehatan Gratis dan Skrining HIV
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru