BREAKING NEWS
Minggu, 28 Juni 2026

Jangan Sepelekan Mata Kabur, Bisa Jadi Tanda Tumor Otak!

Nurul - Minggu, 28 Juni 2026 11:07 WIB
Jangan Sepelekan Mata Kabur, Bisa Jadi Tanda Tumor Otak!
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Gangguan penglihatan sering kali dianggap sebagai masalah pada mata yang dapat diatasi dengan mengganti mata/" target="_blank">kacamata, menggunakan obat tetes mata, atau memeriksakan diri ke dokter mata.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa tidak semua keluhan penglihatan berasal dari mata.

Dalam beberapa kasus, gejala seperti penglihatan ganda, pandangan kabur, atau berkurangnya lapang pandang justru bisa menjadi tanda adanya gangguan pada otak, termasuk tumor otak.

Baca Juga:

Konsultan Bedah Saraf Rumah Sakit dan Pusat Penelitian Medis PD Hinduja, Mahim, Dr. Abhijit G. Warade, menjelaskan bahwa mata memiliki hubungan langsung dengan otak melalui jalur saraf penglihatan.

"Sinyal visual berjalan dari mata melalui saraf optik, kiasma optik, dan traktus optik sebelum mencapai korteks visual di lobus oksipital. Gangguan apa pun di sepanjang jalur saraf ini, baik karena tumor, peningkatan tekanan, atau kejadian vaskular, dapat pertama kali muncul sebagai keluhan penglihatan," kata Dr. Warade, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, mata sebenarnya merupakan perpanjangan dari otak. Karena itu, gangguan penglihatan tidak boleh selalu dianggap sebagai masalah mata semata.

Dr. Warade menjelaskan terdapat beberapa jenis tumor otak yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan karena menekan jalur saraf optik.

Salah satunya adalah adenoma hipofisis, yaitu tumor yang tumbuh pada kelenjar pituitari.

Meski umumnya bersifat jinak, tumor ini dapat menyebabkan penurunan penglihatan secara bertahap sehingga sering tidak disadari oleh penderitanya.

Selain itu, terdapat kraniofaringioma, tumor bawaan yang dapat ditemukan pada anak-anak maupun orang dewasa.

Tumor ini berkembang di sekitar kelenjar pituitari dan tidak hanya menimbulkan gangguan penglihatan, tetapi juga dapat menyebabkan gangguan hormon.

Jenis lainnya adalah meningioma di daerah sella atau suprasella.

Tumor ini tumbuh di dekat saraf optik dan kelenjar pituitari sehingga dapat menekan jalur penglihatan dan menyebabkan pandangan kabur maupun hilangnya penglihatan perifer.

Dr. Warade juga menyebut glioma jalur optik, yaitu tumor yang berkembang langsung pada jalur optik.

Tumor ini merusak saraf yang menghubungkan mata dengan otak sehingga dapat mengakibatkan kehilangan fungsi penglihatan.

Meski demikian, Dr. Warade menegaskan bahwa berbagai jenis tumor tersebut masih memiliki peluang untuk ditangani melalui operasi apabila terdeteksi sejak dini.

Ia mengatakan penanganan yang cepat dapat meningkatkan peluang keberhasilan terapi, termasuk pemulihan fungsi penglihatan yang telah terganggu.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan sejumlah tanda bahaya neurologis, seperti kehilangan penglihatan secara mendadak, munculnya penglihatan ganda, atau semakin menyempitnya lapang pandang.

Apabila gejala tersebut muncul dan terus berlanjut, pemeriksaan medis secara menyeluruh sangat dianjurkan agar penyebabnya dapat diketahui lebih awal dan penanganan bisa segera dilakukan.* (at/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jokowi Injak Kepala Kerbau Saat Penganugerahan Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?
Kepala Desa Suka Maju Pimpin Gotong Royong Bersama Warga, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat
Sekda Simalungun Ajak Pelajar Menabung Sejak Dini, Waspadai Investasi Ilegal dan Pinjol
Wakil Bupati Asahan Buka Bimtek Panitia Pilkades Serentak 2026, Tekankan Netralitas dan Profesionalisme
Tiga DPO Kasus Pengeroyokan Maut Taman Bunga Pematangsiantar Akhirnya Menyerahkan Diri
Apple Siapkan 20 Produk Baru hingga 2027! iPhone Lipat, MacBook Layar Sentuh, hingga Kacamata Pintar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru