Gempa M5,0 Guncang Sinabang Aceh, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
ACEH Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Sinabang, Aceh, pada Minggu, 6 September 2026. Gempa terjadi pada siang ha
PERISTIWA
JAKARTA - Orangutan jantan bernama Sampurna mati setelah ditemukan dalam kondisi lemas di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Kematian tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan dampak asap karhutla terhadap satwa liar.
Sampurna sebelumnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di area perkebunan warga Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Ketapang. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) kemudian melakukan evakuasi.
Tim medis memberikan terapi oksigen dan cairan melalui infus. Namun, kondisi Sampurna terus memburuk hingga akhirnya mati pada 1 September 2026.Baca Juga:
Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat V, drh Mirjawal, mengatakan paparan asap dapat berdampak pada sistem pernapasan satwa maupun manusia.
"Paru-paru orangutan dan paru-paru manusia menghadapi asap yang sama," kata Mirjawal, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Mirjawal, gangguan kesehatan berat yang dialami satwa di wilayah terdampak karhutla perlu menjadi peringatan terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
"Ketika satwa liar mulai mengalami gangguan pernapasan berat, kita harus membacanya sebagai peringatan bahwa kondisi lingkungan juga dapat mengancam kesehatan masyarakat," ujarnya.
Hasil nekropsi terhadap Sampurna menemukan perubahan pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal. Gangguan pada paru-paru diduga berkaitan dengan paparan asap yang kemudian menyebabkan kekurangan oksigen akut.
Sampurna diketahui merupakan orangutan ketujuh yang dievakuasi dalam gelombang karhutla tersebut. Kematian Sampurna menjadi kematian pertama yang tercatat dalam rangkaian kebakaran tersebut.
Mirjawal mengapresiasi masyarakat, BKSDA Kalimantan Barat, YIARI, dokter hewan, serta petugas yang telah melakukan upaya penyelamatan Sampurna.
Menurutnya, penanganan terhadap satwa terdampak bencana juga menghasilkan informasi penting untuk memahami kondisi kesehatan satwa dan tekanan lingkungan di wilayah tersebut.
Mirjawal menilai kematian Sampurna tidak seharusnya dilihat sebagai kasus tunggal. Pada saat yang sama, asap karhutla juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
ACEH Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Sinabang, Aceh, pada Minggu, 6 September 2026. Gempa terjadi pada siang ha
PERISTIWA
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) akan segera mengeksekusi putusan Mahkamah Agung terhadap Alexander Halim alias Akua
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Delegasi Indonesia, Malaysia, dan Thailand mulai tiba di Kota Medan menjelang Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) IndonesiaMalaysiaT
PEMERINTAHAN
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut potensi tsunami di sekitar Selat Sunda masih rendah setelah aktivi
PERISTIWA
KARO Kecelakaan lalu lintas ringan di Jalan KabanjaheTigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengungkap keberadaan tanaman yang didu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sejumlah gunung api di Indonesia mengalami erupsi pada hari yang sama. Hingga Minggu, 6 September 2026 pukul 09.00 WIB, setidakn
PERISTIWA
JAKARTA Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan. Badan Meteorologi, Klimatolo
NASIONAL
JAKARTA Evaluasi terhadap kinerja kabinet menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai hal yang wajar. Eva
POLITIK
PEMATANGSIANTAR Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menangkap Frandika Adi Wijaya Ginting, 32 tahun, karena diduga menjual n
HUKUM DAN KRIMINAL
ASAHAN Dua pria di Desa Sukadamai, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, diamankan polisi setelah diduga mencuri se
HUKUM DAN KRIMINAL