Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Dinas Kesehatan Sleman melakukan pemantauan di lokasi dan berkoordinasi dengan RSUD Sleman. Pihak sekolah juga diminta membantu menenangkan orangtua siswa dan tetap memantau kondisi kesehatan anak.
"Kami meminta pihak sekolah untuk mengondisikan orangtua agar tetap tenang dan tidak panik berlebihan. Dari Dinkes menjelaskan bahwa reaksi keracunan bisa bertahan hingga tiga hari, sehingga kami mengimbau agar pemantauan kesehatan anak-anak terus dijaga," kata Widayati.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Sleman, dr Khamidah Yuliati, menyebut kejadian tersebut masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) program.
Menurut Yuli, status KLB program tidak membutuhkan penetapan khusus dari bupati. Meski demikian, kejadian keracunan makanan tetap dinilai sebagai kondisi luar biasa karena seharusnya tidak terjadi.
"KLB (program) ini juga suatu Kejadian Luar Biasa. Karena memang seharusnya tidak boleh ada kejadian keracunan dalam hal ini," kata Yuli.
Data pemutakhiran awal hingga Senin (7/9/2026) pukul 20.30 WIB mencatat 35 orang mengalami keluhan kesehatan dari 261 responden yang telah diverifikasi. Dari jumlah tersebut, 204 orang diketahui mengonsumsi menu MBG.
Jumlah korban kemudian bertambah menjadi 69 orang hingga Selasa (8/9/2026). Mereka dilaporkan mengalami keluhan dengan tingkat ringan hingga sedang setelah pulang dari sekolah.
Penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Evaluasi terhadap makanan dan proses penyediaan maupun distribusi MBG dari SPPG Wonokerto menjadi bagian dari penanganan kejadian.* (k/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.