BREAKING NEWS
Rabu, 09 September 2026

Viral Hasil Lab: Nasi, Ikan hingga Melon MBG Karo Positif 3 Bakteri Berbahaya Sekaligus

Johan - Selasa, 08 September 2026 21:45 WIB
Viral Hasil Lab: Nasi, Ikan hingga Melon MBG Karo Positif 3 Bakteri Berbahaya Sekaligus
Hasil uji laboratorium atas menu MBG yang menyebabkan ratusan siswa di Karo keracunan. (Foto: Tangkapan Layar Sosial Media)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KARO - Hasil pemeriksaan laboratorium atas sampel makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan ratusan siswa di Karo keracunan akhirnya terungkap. Sampel nasi, ikan, hingga buah melon yang disajikan diketahui terkontaminasi bakteri berbahaya.

Dokumen hasil laboratorium menunjukkan sampel nasi dari sekolah terbukti positif terkontaminasi bakteri Bacillus cereus. Sementara sampel ikan dencis dengan saus dari sekolah terdeteksi positif bakteri Staphylococcus aureus.

Selain itu, sampel buah melon dari sekolah juga dinyatakan positif terpapar bakteri Escherichia coli (E. coli). Ketiga jenis bakteri tersebut dikenal dapat menimbulkan gejala keracunan makanan yang berbahaya, bahkan berpotensi mematikan.

Baca Juga:

Hasil laboratorium yang dikeluarkan pada Minggu (16/9/2026) itu baru terungkap dan viral di media sosial pada Selasa (8/9/2026). Dokumen tersebut diunggah oleh salah satu akun Threads, @stepanus_purba, yang membagikan dokumen UPTD Laboratorium Kesehatan dengan pengirim Kepala Dinas Kesehatan Karo.

Hingga kini, belum ada instansi resmi yang secara terbuka mengungkap hasil sampel makanan MBG di Karo tersebut kepada publik.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 353 siswa di Karo mengalami keracunan usai menyantap menu MBG. Dugaan awal mengarah pada ikan yang tidak dimasukkan ke dalam freezer selama 10-12 jam.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono sebelumnya menegaskan pihaknya akan membuka hasil investigasi secara transparan. Dia menyebut penyebab keracunan diduga berasal dari ikan yang tidak dimasukkan ke freezer dalam waktu lama.

"Ikan basah tidak ditaruh ke dalam freezer, itu suatu kebodohan dan kelalaian. Kami sudah menutup dapur dan mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," tegas Sudaryono.

Salah satu siswa yang menjadi korban dugaan keracunan MBG adalah Febiona Br Purba, siswi SMK Bersama Berastagi. Kondisinya disebut kian memburuk lebih dari tiga minggu setelah insiden keracunan pada 13 Agustus 2026.

Febiona yang dikenal sebagai siswa berprestasi dan menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS itu mengalami penurunan daya ingat hingga kesulitan berbicara. Dia harus bolak-balik menjalani pemeriksaan medis di sejumlah rumah sakit.

Ibu Febiona, Elvinus Lusiana br Sitanggang, mengatakan gangguan daya ingat anaknya diketahui berselang beberapa waktu usai kejadian. Menurutnya, Febiona bahkan sempat tidak mengenali sejumlah kerabat maupun teman yang selama ini dikenalnya.

"Lupa dia, misalnya bibinya kalau datang, ini siapa katanya. Kami kasih tahu lah, ini Bibi. Adik-adiknya juga gitu (gak ingat). Kawan-kawannya (di sekolah) datang pun gak kenal," ujar Elvinus.

Elvinus menceritakan awal mula kejadian bermula ketika Febiona menyantap menu MBG dengan lauk ikan tongkol pada Kamis (13/8/2026). Saat itu, Febiona sempat mengeluhkan rasa makanan yang pahit dan keras, namun tetap menyantapnya karena lapar.

Sepulang sekolah, kondisi Febiona memburuk. Dia mengalami pusing, gatal-gatal, muntah, hingga akhirnya tidak sadarkan diri. Keluarga kemudian membawanya ke RSU Kabanjahe untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah tiga hari dirawat, Febiona sempat pulang namun kembali mengalami kejang sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Berastagi. Dua hari berselang, dia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Haji dan dirawat selama seminggu.

Pada Sabtu (5/9/2026), Febiona kembali mengalami kejang-kejang sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Amanda. Selasa (8/9/2026), dia kembali menjalani kontrol kesehatan di RSUP H Adam Malik Medan.

Elvinus berharap kondisi anaknya dapat segera pulih sehingga bisa kembali bersekolah bersama teman-temannya seperti biasa.

"Kami pun capek. Tolong dikasih obatnya yang tepat. Dia selalu bilang mau sekolah. Tapi kayak mana mau kita kasih sekolah," tuturnya.* (tm/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BGN Pastikan Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan 391 Siswa Terdampak MBG di Karo
Siswa Karo Hilang Ingatan Imbas MBG, Bobby Nasution Ogah Stop Program: Kuncinya Perbaikan
"Ini Anak Kami, Tanggung Jawab Kami", Bobby Nasution Kerahkan Dinas Perlindungan Anak Kawal Siswa Karo Diduga Gangguan Ingatan
Bikin Geger Bangunan Masjid di Klaten Dialihfungsikan Jadi Dapur MBG, Bolehkah dalam Islam?
"Anakku Kejang di Depan Mata, Kok Dibilang Normal?" Ibu di Karo Marah, Minta Obat yang Tepat untuk Putrinya
Sudah 3 Kali Berulah, 136 Siswa Blora Tumbang Usai Makan MBG, Satgas Desak Dapur Ditutup
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru